AYOJAKARTA.COM – Penyebab kasus dugaan Ijazah Palsu belum berhenti menjadi perbincangan publik, menurut Joko Widodo karena ada muatan politik.
Disamping bertujuan untuk merusak reputasi di mata publik, kasus dugaan Ijazah Palsu juga dinilai oleh Joko Widodo sebagai bagian dari upaya politik.
Joko Widodo juga berpendapat, tokoh politik yang membuat kasus dugaan Ijazah Palsu tidak berhenti menjadi konsumsi publik memiliki ciri Berbaju Biru.
Sehubungan dengan pendapat tersebut, Silfester Matutina selaku Ketua Solidaritas Merah Putih menyebut pandangan Jokowi lahir bukan tanpa alasan.
Mengacu pada histori politik, sejumlah indikasi juga telah terlihat meski oleh sebagian kalangan hanya dianggap sebagai bentuk pernyataan retorik.
Wacana mengenai adanya Matahari Kembar yang mengarah pada dualitas kepemimpinan dan Indonesia Gelap, menurut Silvester dapat ditafsirkan sebagai gejala.
Terlebih dinamika politik di Indonesia juga sempat diwarnai dengan adanya wacana pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming, yang merupakan putra Jokowi.
Baca Juga: Perang Thailand-Kamboja Pecah, Indonesia Aman? Kepala Biro Humas Setjen Kemhan RI Beri Penjelasan
Karena sejumlah variabel tersebut, Sylvester mempercayai bahwa pernyataan Jokowi terkait kasus ijazah palsu; memang bagian dari agenda politik.
“Enggak mungkin isu-isu ini dihembuskan apabila tidak ada kepentingan politik, ini bertujuan menghancurkan lawan politik,” jelas Silfester saat dimintai tanggapan.
Lebih lanjut Silfester menambahkan, berbagai manuver dan pernyataan yang disampaikan oleh Roy Suryo CS merupakan bagian dari strategi untuk melakukan devaluasi.
Untuk itu, Silfester berharap agar seluruh pihak yang berkepentingan dalam kasus ijazah palsu segera menyudahi berbagai tindakan dan narasi.
Silfester menambahkan, dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran lebih dibutuhkan dari sekedar ijazah atau berbagai ujaran kebencian.
Sehingga janji-janji kampanye yang sempat disampaikan oleh pasangan Prabowo-Gibran saat Pemilu dapat terealisasi dan dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
Menyikapi pernyataan Jokowi terkait ijazah palsu sebagai upaya mendevaluasi, Roy Suryo menganggap hal tersebut sebagai sikap kekanak-kanakan atau Childish.
Pernyataan Jokowi terkait keterlibatan Partai Biru sebagai Dalang dibalik berbagai persoalan politik di Indonesia, menurut Roy justru mencoreng wajahnya sendiri.
Beberapa parpol yang terindikasi sebagai Partai Biru seperti PAN, Demokrat serta Nasdem, menurut Roy seluruhnya ada di barisan Koalisi Indonesia Maju Plus.
Komitmen Partai Biru dalam KIM Plus untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, menurut Roy justru akan membuat ketegangan politik.
Dampak politik jangka panjang dari pernyataan soal keterlibatan Partai Biru, menurut Roy akan membawa preseden buruk bagi Jokowi sendiri.
“Semuanya adalah pendukung Prabowo-Gibran, bukan sifat PAN, Demokrat atau Nasdem menikung dari dalam,” sanggah Roy dikutip Ayojakarta dari YouTube Official iNews. ***
Baca Juga: BTN Salurkan 5.000 Rumah Subsidi untuk Tokoh Islam Lewat Skema Syariah

Share this article
Jokowi sebut isu ijazah palsu bermuatan politik & didalangi tokoh berbaju biru; Roy Suryo nilai pernyataan itu childish & kontraproduktif.