AYOJAKARTA.COM - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu terus memperkuat perlindungan kawasan pesisir dengan membangun tanggul kubus masif di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah mengurangi risiko abrasi dan banjir rob yang kerap mengancam wilayah permukiman warga.
Selain membangun tanggul baru, petugas juga melakukan perbaikan pada tanggul yang mengalami kerusakan akibat gelombang pasang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana, mengatakan pekerjaan difokuskan di dua titik, yaitu di kawasan RT 03 RW 03 sisi barat Pulau Lancang dan Pantai Gusung Klanceng di RT 01 RW 01.

Di lokasi pertama adalah tanggul yang mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang pasang pada akhir bulan lalu.
"Perbaikan telah kami lakukan sejak pekan lalu dengan panjang mencapai 100 meter," ujar Wahyu, Senin (20/7).
Sebanyak 16 personel Pasukan Biru diterjunkan untuk menyusun kembali kubus-kubus beton yang bergeser sekaligus memastikan seluruh struktur tanggul terpasang dengan kokoh.
"Agar kejadian serupa tidak terulang, tanggul yang diperbaiki kini dilengkapi pengaman tambahan berupa pengikat antarkubus. Sehingga strukturnya lebih kokoh dalam menahan gempuran ombak," terangnya.

Sementara itu, di kawasan Pantai Gusung Klanceng, Sudin SDA Kepulauan Seribu tengah membangun tanggul kubus masif baru dengan panjang sekitar 300 meter.
Infrastruktur ini bertujuan memperkuat perlindungan pesisir di sisi lain Pulau Lancang.
"Kami berharap tanggul ini dapat berfungsi maksimal sebagai pemecah ombak dan melindungi kawasan pulau sehingga aktivitas warga tetap berjalan normal meski cuaca sedang ekstrem," bebernya.
Salah seorang warga RW 03, Ismail, mengapresiasi langkah cepat Pasukan Biru dalam menangani kerusakan tanggul sekaligus membangun pelindung pantai di lokasi lain yang dinilai rawan.

Menurutnya, keberadaan tanggul tersebut memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir karena dapat membantu mengurangi dampak banjir rob maupun abrasi yang berpotensi merusak lingkungan dan permukiman.
"Kami sangat mendukung. Kinerja petugas juga sangat baik dan cepat. Semoga setelah pekerjaan ini selesai, kawasan pantai dan permukiman warga semakin terlindungi," tandasnya.
Share this article
Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah mengurangi risiko abrasi dan banjir rob yang kerap mengancam wilayah permukiman warga.