Bolehkah Pejabat Pamer Harta? Eks Ketua KPK Jelaskan Aturannya

Mantan Ketua KPK Abraham Samad
Mantan Ketua KPK Abraham Samad

AYOJAKARTA.COM - Gaya flexing dari keluarga pejabat jadi sorotan publik di samping desas desus penyelewengan harta kekayaan pejabat negara.

Bahkan temuan transaksi janggal Rp300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga menambah kecurigaan adanya praktik ilegal oleh pejabat.

Sehingga gaya flexing di kalangan pejabat menjadi kontroversial di kalangan publik terlebih jika harta kekayaan tersebut tidak jelas asal-usulnya.

Baca Juga: Cie-cie! Dedi Mulyadi Gercep Lamar Desy Ratnasari, Tinggal Tunggu Proses Ijab Kabul! Berikut Fakta Sebenarnya!

Berawal dari kasus Rafael Alun Trisambodo yang merupakan mantan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang memiliki nilai harta yang tidak wajar.

Terlebih lagi istri dan anaknya pun gemar memamerkan harta kekayaannya, sehingga Rafael Alun kemudian diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau SF Hariyanto juga masuk dalam daftar pejabat yang gaya hidup mewah bahkan keluarganya gemar pamer kekayaan.

Hal itu diungkap melalui istri Sekda Riau yang hobi flexing barang mewah seperti tas dengan brand ternama yang harganya berkisar puluhan hingga ratusan juta.

Beredar melalui unggahan akun Twitter @PartaiSocmed, nampak istri Sekda Riau SF Hariyanto pun kerap berlibur ke luar negeri hingga makan di resto mahal.

Tak hanya itu istri dari Esha Rahmansah Abrar, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Administrasi Kendaraan Biro Umum Kemensetneg juga kerap memamerkan kekayaannya.

Akun Twitter @PartaiSocmed juga turut mengunggah terkait akun istri Esha Rahmansah yaitu @vhia_esa yang hobi pamer kekayaan.

Mulai dari emas batangan sebagai hadiah ulang tahunnya, hingga pamer mobil yang baru dibeli oleh istri Esha Rahmansah tersebut.

Buntut dari kehebohan itu, Kemensetneg memutuskan untuk menonaktifkan jabatan Esha Rahmansah.

Ketua Umum Asosiasi Analisis Kebijakan Indonesia, Trubus Rahadiansyah menyebut gaya flexing di kalangan pejabat ini merupakan akibat dari lemahnya kebijakan pemerintah.

Dimana dalam hal ini pemerintah hanya mewajibkan pejabat untuk melaporkan kekayaannya pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Namun Trubus menilai pemerintah dalam hal ini tidak melakukan pengawasan yang kuat sehingga bisa saja harta yang dilaporkan itu tidak sesuai.

"Selama ini lemah dari pemerintah juga kebijakannya," ujar Trubus Rahadiansyah dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube METROTV pada 21 Maret 2023.

"LHKPN itulah yang sifatnya wajib, tapi di situ tidak ada kontrol atau pengawasan yang kuat," sambungnya.

Selain itu, Abraham Samad selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 juga mengungkap bahwa sebetulnya ada kode etik yang berlaku bagi penyelenggara negara.

"Dulu kita punya kode etik dan budaya organisasi di KPK sehingga semua perilaku pegawai KPK dan keluarganya itu diatur," ungkap Abraham Samad dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews pada Selasa, 21 Maret 2023.

"Itu mencerminkan tentang integritas, moralitas seseorang," tambahnya.

Sehingga, Abraham menilai gaya flexing atau pamer kekayaan ini dinilai sebagai perbuatan yang amoral bahkan melanggar sensitivitas kemanusiaan.

"Flexing ini perbuatan yang amoral, menurut saya ini melanggar sensitivitas kemanusiaan," jelas Abraham.

"Di satu pihak orang yang masih hidup sangat memprihatinkan, dan di lain pihak ada orang yang seenaknya memamerkan harta kekayaan," sambungnya.

Maka pejabat maupun keluarganya yang kerap memamerkan kekayaan dinilai telah melanggar kode etik dan seharusnya sudah bisa diperiksa oleh dewan pengawas KPK.

"Kalau kita berbicara dalam konteks pejabat negara apalagi pejabat KPK, maka itu adalah pelanggaran kode etik," tutur Abraham.

"Harusnya itu sudah bisa diperiksa oleh dewan pengawas KPK," sambungnya.

Pejabat maupun keluarganya yang kerap bergaya flexing dinilai memiliki perilaku yang menyimpang.

"Mungkin dia punya kelainan jiwa juga ya, kan ini perbuatan amoral. Ini ada perilaku yang menyimpang," kata Abraham.

Untuk mengetahui adanya tindak penyalahgunaan kekuasaan untuk merealisasi sifat gemar memamerkan kekayaan, Abraham mengungkap caranya.

Dengan mudah bisa dibandingkan melalui profil gaji yang bersangkutan apakah sesuai dan dikatakan mampu untuk membeli barang mewah yang kerap dipamerkan.

"Pertama, kita bisa melihat profil gaji pendapatan seseorang, kemudian kita sesuaikan," ungkap Abraham.

Jika tidak sesuai, maka ada kemungkinan bahwa harta kekayaan tersebut didapatkan dengan cara yang ilegal.

"Kalau itu tidak sesuai dengan profil pendapatannya, maka itu bisa diindikasikan bahwa harta yang diperoleh itu didapatkan dari cara yang tidak halal atau illegal," jelas Abraham.

Selain itu, dalam KPK juga dijelaskan sudah ada metode untuk mendeteksi perilaku menyimpang tersebut yang disebut dengan Metode Lifestyle Analysis.

"Ada satu metode yang kita pakai di KPK, namanya Lifestyle Analysis, itu untuk mendeteksi perilaku-perilaku penyelenggara negara," ungkap Abraham.

Kemudian terungkap pula temuan transaksi janggal Rp300 triliun di badan Kementerian Keuangan juga menjadi kecurigaan publik terkait adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU)

Temuan transaksi janggal Rp300 triliun tersebut kini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pamer harta
# abraham samad
# pejabat
# KPK

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.