AYOJAKARTA.COM– Jelang penghapusan tenaga honorer oleh Pemerintah pada November 2023, nasib guru honorer belum bisa dipastikan, namun Ketua DPR RI akhirnya buka suara. Hal ini menyusul keterangan DPR RI sebelumnya dimana tidak ada pemecatan tenaga honorer.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, memperjuangkan pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi menunjang kesejahteraan para guru.
Dikutip melalui laman resmi DPR RI oleh ayojakarta com pada 3 Mei 2023, faktanya masih banyak guru honorer yang mendapat upah rendah, terutama di daerah-daerah yang memiliki tantangan kurangnya tenaga pendidik dan aspek geografis yang sulit.
Baca Juga: Dijadwalkan Bertemu Susilo Bambang Yudhoyono, Muhaimin Iskandar Siapkan Materi Ini Buat Dibahas
Puan menyatakan bahwa menjadi ASN atau PPPK akan meningkatkan kesejahteraan para guru, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pendidikan negeri.
Ia juga memastikan akan mengawal proses pengangkatan guru ASN PPPK agar terealisasi sesuai target dan mendorong Pemerintah untuk memperbanyak alokasi anggaran belanja tenaga pendidik sehingga kuota pengangkatan guru PPPK semakin lebih maksimal.
Selain itu, Puan juga mendorong agar seleksi pengangkatan guru PPPK memprioritaskan guru-guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun sebagai tenaga pendidik.
Ia menyebut bahwa jasa dan pengabdian guru-guru senior yang hingga saat ini belum diangkat menjadi ASN seharusnya turut dipertimbangkan.
Baca Juga: Allah Berikan 3 Ujian, Ustaz Adi Hidayat: Jika Mampu Lewati Ujian Ketiga Maka Luar Biasa, Apa Itu?
"Kami di DPR juga akan terus berupaya mengawasi proses seleksi PPPK 2023 ini bagi para guru honorer. Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah melakukan penyerapan tepat dengan memprioritaskan mengangkat guru honorer yang sudah lama mengabdi,” kata Ketua DPR RI yang juga anak dari Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini.
Puan juga menilai pengangkatan guru honorer menjadi PPPK tidak hanya dapat menyelesaikan persoalan kesejahteraan guru, tetapi juga dapat meningkatkan profesionalitas guru di dalam satuan pendidikan.
Ia berpendapat bahwa kesejahteraan dan profesionalisme merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Meskipun Pemerintah telah menyatakan akan mengoptimalkan kuota pengangkatan guru PPPK tahun 2023 sebanyak 601.286 guru untuk pemenuhan guru ASN.
Namun, pemenuhan kebutuhan guru masih belum maksimal mengingat guru ASN berstatus PPPK yang telah dan diangkat masih kurang dari 50 persen dari kebutuhan guru yang mencapai lebih dari 1,2 juta guru.
Puan juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas sarana dan prasarana di sekolah demi menunjang pendidikan. Ia mengatakan bahwa masih banyak sekolah di daerah-daerah dengan sarana dan prasarana pendidikan yang kurang baik, terutama yang terletak di pelosok negeri.
Menurutnya, masalah tenaga pendidikan tidak akan lepas dari sarana dan prasarana pendidikan.
Baca Juga: Aksi Gibran Tuai Pujian Warganet Karena Datangi Pelajar yang Sakit Setelah Upacara Hardiknas
Dalam keterangannya, Puan menegaskan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus kita perhatikan bersama.
Dengan diangkatnya para guru honorer menjadi PPPK, ini merupakan langkah maju bagi kesejahteraan mereka dan juga pendidikan negeri. Ia berjanji untuk mengawal proses pengangkatan guru honorer menjadi PPPK agar kebutuhan tenaga guru untuk mendidik anak-anak kita juga semakin cepat terpenuhi.***

Share this article
Jelang penghapusan tenaga honorer oleh Pemerintah pada November 2023, nasib guru honorer belum bisa dipastikan, Puan maharani ungkap