AYOJAKARTA.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tengah menjadi perbincangan hangat publik.
Apalagi, setelah ibadah salat Idul Fitri yang mencampurkan jamaah perempuan dan laki-laki dalam satu shaf salat yang sama.
Bahkan, belakangan ini muncul Ponpes Al Zaytun kembali menuai kontroversi karena menyanyikan lagu Shalom Aleichem yang merupakan salam orang Yahudi.
Meskipun bukan video baru, namun belakangan ini video pendiri Al Zaytun Panji Gumilang mengajak para santri untuk nyanyi lalu "Shalom Aleichem" viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lambenyinyiir.
Baca Juga: Parah! Salam Yahudi Menggema di Masjid Al Zaytun, Hevenu Shalom Alechem Artinya Ternyata...
Dalam video tersebut juga terekam sosok Lucky Hakim dengan muka kebingungan juga ikut menyanyikan lagu tersebut.
Kini Lucky Hakim memberikan klarifikasi melalui video postingan Instagram miliknya, ia pun menjelaskan kedatangannya di Ponpes Al Zaytun.
“Saya ingin menjawab pertanyaan yang banyak, jadi saya jawab langsung di sini terkait tentang kehadiran saya di pondok pesantren Al Zaytun, itu terjadi tahun lalu, saya datang dua kali,” ujar Lucky Hakim, dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @lambenyinyiir, Jumat, 12 Mei 2023.
Ia pun menjelaskan bahwa ketika dirinya datang ke Ponpes Al Zaytun tidak menemukan adanya kejanggalan pada kedatangannya yang pertama.
Sedangkan untuk kedatangannya yang kedua, Lucky Hakim mengaku hanya sekadar silaturahmi melihat adanya peternakan, pertanian modern, pembuatan kapan, serta program lainnya di Ponpes Al Zaytun.
Awalnya ia bahkan sempat memuji dengan cara Ponpes Al Zaytun dalam membimbing santrinya, namun dirinya mulai bingung ketika di akhir acara.
Yang mana menurutnya, ada sambutan dari pendiri Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang yang tiba-tiba meminta hadirin menyanyikan salam yang terlihat seperti untuk umat Yahudi.
Ia pun mengaku baru tahu ada yang janggal di Ponpes Al Zaytun setelah video tersebut viral di medsos.
Baca Juga: Heboh Perempuan Bakal Jadi Khatib Salat Jumat di Ponpes Al Zaytun, Apa Hukumnya dalam Islam?
“Di akhir acara itu ada sambutan dari Pak Syekh, Pak Panji. Dan baru tuh yang ramai kemarin ini apa, salam yang katanya ala Yahudi,” ujar Lucky Hakim.
“Saya juga kan nggak pernah tahu ada seperti itu. Malah saya baru tahu di situ. Sebagai tamu saya diminta berdiri, ya berdiri. Saya juga sempat rada bingung sebenarnya,” lanjutnya.
Unggahan tersebut pun mendapatkan banyak respon dari warganet, ada yang mengungkapkan bahwa Ponpes Al Zaytun memang termasuk pondok yang tertutup.
“Dari dulu ponpes ini aga menyimpang dan banyak yang hilang alias gak balik rumah trus tertutup banget ponpesnya…dan tidak ada jadwal membesuk…parahnya lagi klo pegang bekas kita bahkan masih saudara langsung mandi 7 kali,” tulis salah satu akun di kolom komentar.
Baca Juga: Penembakan di Kantor MUI Terkait dengan Kontroversi Ponpes Al Zaytun? Begini Kata Ketua FUUI
Pemerintah Kabupaten Indramayu juga mulai angkat bicara mengenai pondok pesantren yang tengah viral karena nyeleneh tersebut.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Indramayu, Jajang Sudrajat mengatakan terkait dengan persoalan yang terkait dengan agama.
Merupakan wewenang Pemerintah Pusat, termasuk dalam hal ini yakni kewenangan Kemenag dan MUI.
Jajang juga mengatakan bahwa Pemkab Indramayu hanya melihat dari segi sosialnya saja dengan masyarakat sekitar.
Pemkab Indramayu juga menyebut bahwa Ponpes Al Zaytun bersikap tertutup termasuk juga pada pemerintah setempat.
Bahkan, jika ingin berkunjung ke Al Zaytun, pejabat Pemkab Indramayu harus menempuh prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak ponpes.***

Share this article
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tengah menjadi perbincangan hangat publik.