AYOJAKARTA.COM -- Baru-baru ini beredar kabar bahwa geng hacker LockBit diduga telah menyebarkan pesan percakapan tentang negosiasi uang tebusan yang diminta kepada pihak BSI.
Chat yang tersebar diduga oleh LockBit tersebut berisikan negosiasi dari jumlah uang tebusan yang diminta sebesar 20 juta USD sekitar 295.619.469.026 rupiah.
Dikuti AyoJakarta.com melalui akun Twitter @darktracer_int, percakapan yang tersebar dalam pesannya berupa ancaman data yang dicuri akan tersebar jika uang tebusan tidak dibayar.
"Kamu akan tahu tentang ini setelah semua curian data dipublikasi, jika Anda tidak ingin membayar untuk pentest kualitas jaringan perusahaan Anda," tulis pesan diduga dari pihak LockBit.
Kemudian ada pesan balasan yang diduga dari pihak BSI mencoba menegosiasi, akan membayar uang tebusan sebesar 100.000 USD.
"Okay, bisakah aku membeli dengan 100.000 USD? Kamu suka?" pesan balasan yang diduga ditulis oleh pihak BSI.
Namun dengan tegas, hacker LocBit kembali menyebut uang tebusan yang harus dibayarkan adalah sebesar 20.000.000 USD.
"20.000.000 USD," pesan balasan yang diduga ditulis oleh hacker LockBit.
Pesan selanjutnya yang diduga ditulis oleh pihak BSI isi pesannya berupa upaya untuk negosiasi pembayaran uang tebusan.
"Kenapa itu terlalu besar, setidaknya beri kami 1 contoh username dan password yang kamu curi, kami akan ambil 10.000.000 USD," tulis pesan diduga dari pihak LockBit.
Akan tetapi per hari ini, tanggal 16 Mei 2023 pihak LockBit menyatakan bahwa masa negosiasi terkait uang tebusan yang harus dibayar.
"Masa negosiasi telah berakhir, dan grup ransomware LockBit akhirnya mempublikasikan semua data yang dicuri dari Bank Syariah Indonesia di web gelap," tulis pesan yang diduga pihak LockBit.
Netizen yang geram turut menuliskan beberapa pesan sindiran di kolom komentar.
Baca Juga: Parah! Gagal Negosiasi, Hacker LockBit Bocorkan Data Pribadi Nasabah BSI ke Dark Web
"Terus bentuk pertanggung jawabannya apa?," tulis akun @laavany***vara.
Bahkan ada netizen yang menyebut diduga hal ini ada campur tangan orang dalam (ordal).
"'And the compromised bank staff' berarti ada ordal ya?," tulis akun @Bar***bay.
Namun ada netizen yang membalas, diperkirakan bahwa dalam hal ini staff telah kebobolan.
"Compromised bukan berarti berkompromi, tapi staff yang kebobolan," tulis akun @aryo***jaya.***(Desta Nurwati Siamyah)
Share this article
Baru-baru ini beredar kabar bahwa geng hacker LockBit diduga telah menyebarkan pesan percakapan tentang negosiasi uang tebusan