AYOJAKARTA.COM – Sejak ditemukannya empat mayat di Perumahan Citra Garden Kalideres, Jakarta Barat penyelidikkan kasus terus dilakukan.
Beragam teori dan opini sempat bermunculan dari publik terkait peristiwa tewasnya satu keluarga di Kalideres yang baru diketahui pada 10 November tersebut.
Ada yang meyebut bahwa akar kematian satu keluarga di Kalideres ini karena mereka adalah pengikut sekte Santarha, Apokaliptik, maupun jainisme.
Dan tidak sedikit juga asumsi bahwa kelaparan menjadi penyebab utama meninggalnya keluarga yang dikenal tetangga sebagai keluarga yang tertutup.
Kematian Rudyanto Gunawan (71) dan istrinya Renny Margareta (68), serta Budyanto Gunawan (68) dan Dian Febbyana (42), masih menjadi misteri.
Titik terang mulai muncul sewaktu polisi mendapatkan informasi dari pegawai koperasi simpan pinjam menceritakan pengalamannya dengan keluarga mendiang Gunawan.
Pegawai Bangke atau Bank Keliiling bercerita bahwa keluarga Gunawan mengalami kesulitan ekonomi dan berniat menjual rumah dengan harga 1,2 miliar rupiah.
Baca Juga: Kejanggalan Kematian Prada Indra Diduga akan Jadi The Next Brigadir J
Karena tak laku dan terdesak kebutuhan, keluarga sepakat menggadai rumah tersebut ke sebuah koperasi simpan pinjam, tempat pekerja Bangke bekerja sebagai Surveyor.
Surveyor kemudian mendatangi rumah tersebut di tanggal 13 Mei 2022 untuk memeriksa kelayakan jaminan pinjaman.
Setibanya di bagian dalam rumah yang selalu terkunci rapat dan minim cahaya, ia disambut oleh Budyanto, paman Dian.
Aroma busuk mendadak menyengat hidung, tetapi karena beralasan bau tersebut bersumber dari got yang tersumbat, Surveyor melanjutkan pekerjaan.
Baca Juga: Buntut Panjang Ucapan 'Miras Minuman Rasulullah', Komedian Sule hingga Budi Dalton Dipolisikan!
Setelah dipertemukan dengan Dian yang sering terlihat sedih dan murung, petugas koperasi mengetahui bahwa surat kepemilikan rumah masih atas nama Renny Margareta.
Petugas survei bersikeras untuk menemui Renny yang menurut pengakuan Dian sedang dalam kondisi tidak sehat.
Dian kemudian mengantarkan petugas survei untuk mendatangi kamar Renny yang tidak dilengkapi dengan cahaya penerangan.
“Mata ibu saya sangat sensitif dengan cahaya, jadi lampu kamarnya tidak saya hidupkan,” jelas Dian ketika ditanya soal suasana gelap di dalam kamar.
Baca Juga: Duel Jerman vs Jepang Kick Off 20.00 WIB : Link Live Streaming, Prediksi, dan Susunan Pemain
Aroma busuk yang sempat tercium di hidung Surveyor terasa semakin kuat sewaktu dirinya mendekati sosok perempuan separuh baya yang terbaring di kasur.
Surveyor mengeluarkan telepon seluler untuk mengambil foto Renny, tapi yang ia lihat adalah mayat yang membengkak.
Sewaktu mencoba kabur dari rumah Gunawan, Budyanto mencegat dan meminta surveyor untuk bersabar mendengarkan penjelasan darinya.
Dian-pun menceritakan kepada surveyor bahwa dirinya masih rutin memberikan susu serta menyisir rambut Ibunya yang dianggap masih hidup.
Sebelum pergi, Dian meminta agar para surveyor tidak menceritakan kepada siapapun tentang penyakit aneh yang diderita Renny.
Temuan sejumlah kamper serta bedak bayi di sekitar mayat, melahirkan dugaan liar bahwa Dian dengan pamannya memiliki hubungan khusus.
Dian dan Budyanto sengaja menebar kamper dan bedak tersebut sebelum keduanya melakukan aksi bunuh diri.
Namun polisi terus mencari kebenaran terkait kasus misterius ini, demikian seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Letz Go pada 23 November 2022. ***

Share this article
Kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres ditemukan fakta-fakta baru, hingga ada penuturan saksi bank keliling mengungkapkan di rumah itu