AYOJAKARTA.COM - Gerakan bawah tanah yang sempat di beberkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia atau Menko Polhukam Mahfud MD sempat menjadi topik dalam perjalanan kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat.
Banyak pihak yang juga membenarkan adanya gerakan bawah tanah yang terjadi dalam kasus pembunuhan berencana ini termasuk Irma Hutabarat.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat Horas Inang, Irma Hutabarat menegaskan gerakan bawah tanah ini bukan terjadi saat tuntutan dibacakan tetapi sejak dari penyidikan.
Baca Juga: Irma Hutabarat Sebut Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo Sudah Ada Sejak Penyidikan
Irma Hutabat menyampaikan bahwa skenario yang pertama dilakukan oleh Ferdy sambo dan Putri Candrawati juga sudah terlihat saat jenazah Brigadir Yosua di pulangkan ke kampung halaman untuk di semayanmkan.
Saat itu, keluarga dilarang untuk membuka peti jenazah Brigadir Yosua.
Hal ini lah menjadi awal di mana banyak skenario yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Bahkan, Irma Hutabarat mengatakan bahwa banyak mafia yang berkeliaran di sekitar PN Jaksel.
"Banyak Mafia dan Bandar-bandar yang berkeliaran di sekitar Restoran Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat kasus ini disidangkan," ucap Irma Hutabarat.
Ditegaskan juga oleh Irma Hutabarat bahwa ini jelas berarti jika gerakan bawah tanah itu ada nyatanya.
Tetapi sampai saat ini sangat disayangkan semua fakta seakan lenyap dalam persidangan.
Putusan hakim kepada lima terdakwa yaitu Ferdy Sambo,Putri Candrawati, Kuat Maruf, Ricky Rizal dan Richard eliezer atau Barada E akan segera digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kelima terdakwa sudah mendapatkan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum dan telah menyampaikan masing-masing nota pembelaan atau pledoi agar lepas dari jeratan hukum yang telah diberikan oleh JPU.
Dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini sangatlah memiliki banyak hal yang membuat publik ikut merasakan kekecewaan.
Irma Hutabarat juga sangat menyayangkan atas tuntutan yang diberikan kepada Richard Eliezer di mana tuntutan yang diberikan lebih tinggi daripada Putri Candrawathi, Kuat Maruf dan Ricky Rizal.
Jelang vonis, Irma Hutabarat berharap Majelis Hakim benar-benar akan memberikan putusan yang adil kepada para terdakwa.***

Share this article
Dengan yakin Irma Hutabarat menyebut bahwa banyak mafia dan bandar yang berkeliaran di sekitaran PN Jaksel selama kasus Ferdy Sambo.