AYOJAKARTA.COM – Irma Hutabarat mengingatkan bahwa Menko Polhukam Mahfud MD telah mengkonfirmasi bahwa ada gerakan bawah tanah yang berusaha mempengaruhi proses hukum Ferdy Sambo cs.
Irma Hutabarat mengungkap bahwa informasi tersebut bukan hanya sebuah gosip tapi fakta yang benar adanya.
Bahkan menurut Irma Hutabarat, gerakan bawah tanah tersebut bukan muncul pada saat mendekati vonis tetapi sudah ada sejak awal kasus ini.
“Jika Mahfud MD mengatakan sudah tercium adanya gerakan bawah tanah, tentunya gerakan itu bukan saat tuntutan akan dibacakan tetapi sudah mulai dari penyidikan dan sudah mulai dari awal ,” kata Irma Hutabarat, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat.
“Sejak jenazah dikirimkan ke Sungai Bahar, jangan lupa bahwa itu skenario pertama yang dijalankan. Jangan buka peti, kuburkan, ini aib, lalu banyak sekali hal-hal yang tidak diungkap dan tidak dibuka,”tambahnya.
Irma Hutabarat mendapatkan informasi dari Mantan Hakim, Asep Iriawan bahwa dirinya sempat diam-diam mengamati situasi di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang Ferdy Sambo cs berlangsung.
Ternyata Asep Iriawan menemukan banyak bandar dan mafia yang berkeliaran di wilayah sekitar PN Jaksel.
Asep Iriawan mengetahui orang-orang tersebut merupakan bandar dan mafia karena dirinya pernah berurusan dengan mereka semasa menjabat sebagai Hakim.
“Mantan Hakim Kang Asep Iriawan, dia diam-diam incognito pergi ke PN Jakarta Selatan dan di sana dia melihat bandar-bandar lalu juga mafia-mafia berkeliaran di sekitar restoran PN Jakarta Selatan,” ungkap Irma Hutabarat.
Gerakan bawah tanah yang selama ini diduga berasal dari institusi kepolisian ternyata ada pula dugaan gerakan tersebut berasal dari para bandar dan mafia.
“Artinya gerakan bawah tanah itu real, bukan hanya dari institusi tetapi dari bandar-bandar 303, lalu juga oleh orang-orang yang dikenal Kang Asep, karena dia pernah berurusan,” ujar Irma Hutabarat.
Di sisi lain Ketua Kompolnas, Benny Mamoto pernah mewanti-wanti bahwa adanya gerakan yang ingin meloloskan Ferdy Sambo dari jerat hukuman mati.
Orang-orang yang dimaksud menggerakkan gerakan bawah tanah ini adalah mereka yang pernah mendapat pertolongan dari Ferdy Sambo saat dirinya menjabat menjadi Kadiv Propam Polri dan ingin membalas budi.
“Pihak-pihak yang hutang budi dengan dia yang pernah ditolong pernah kasusnya mungkin dilindungi dan sebagainya ini semua tentunya ingin membalas kebaikan itu,” ungkap Benny Mamoto.
“Nah oleh sebab itu tentu kemungkinan, tidak hanya 1, mungkin ada jejaring khusus yang mungkin dibangun untuk itu. Bagaimana meringankan atau membebaskan yang bersangkutan,” tambahnya.***

Share this article
Di sisi lain Ketua Kompolnas, Benny Mamoto pernah mewanti-wanti bahwa adanya gerakan yang ingin meloloskan Ferdy Sambo dari jerat hukuman.