AYOJAKARTA.COM – Aktivis Irma Hutabarat kembali memberikan tanggapannya soal kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, yakni Ferdy Sambo.
Dalam salah satu video di kanal YouTube-nya, Irma Hutabarat menyinggung soal jabatan Ferdy Sambo.
Irma Hutabarat mengatakan bahwa Ferdy Sambo digadang-gadang menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri.
Baca Juga: Catat Jadwal Sidang Vonis Ferdy Sambo, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal, Putusan Hakim Jatuhkan Hukuman
Sayangnya, untuk menjabat menjadi Kapolri tampaknya sudah menjadi sesuatu yang mustahil.
Ini karena, Ferdy Sambo kini terjerat kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri, yakni Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Irma menjelaskan bahwa apabila kasus yang menjeratnya tidak terbongkar, Sambo sudah digadang-gadang menjadi Kapolri.
Irma pun kemudian menyebut bahwa hal yang mendukung Sambo menjadi Kapolri bukan karena emosional dan setia kawan.
“Kalau kasus tidak terkuak memang sudah digadang-gadang untuk menjadi Kapolri. Dari mana? Karena dari seluruh orang-orang yang ikut mendukungnya. 97 orang dalam obstruction of justice. Apakah itu karena emosional? Tidak. Setia kawan? Tidak,” jelas Irmad, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG, Selasa, 31 Januari 2023,
Irma kemudian mengatakan pernyataan dari Ahli Psikologi Forensik, yakni Reza Indragiri, yang menyebut bahwa Sambo digadang-gadangkan untuk menjadi Kapolri karena alasan instrumental.
Tidak hanya itu, Irma pun menyinggung soal perusakan barang bukti perkara pembunuhan Brigadir J yang terselip kepentingan.
“Tetapi ini lagi, Reza Indragiri mengatakan bahwa itu alasan instrumental. Artinya mereka ingin berada di gerbong yang sama dimana nanti FS akan menjadi Kapolri,” katanya.
“Jadi kalau disuruh rusak CCTV, rusak laptop, ambil pistol, buang semua bukti-bukti, itu dilakukan dengan harapan mereka juga ikut keangkat nih nanti ketika 2024 atau 2025 digadang-gadang sebagai calon Kapolri,” sambungnya.
Irma pun kemudian membayangkan bagaimana keadaan negeri ini apabila Richard Eliezer tidak mau bersuara hingga keluarga mendiang Brigadir J yang bersikeras untuk membuka peti jenazah.
Dengan berani, Irma pun menyebut bahwa membayangkannya saja sudah mengerikan.
“Ngebayang nggak betapa celakanya bangsa ini seandainya Eliezer tidak membuka mulut, lalu keluarga Yosua tidak berkeras untuk membuka peti jenazah, kita akan punya Kapolri yang namanya FS,” ucapnya.
“Ngebayanginnya aja udah begitu horrible,” tutupnya.***

Share this article
Aktivis Irma Hutabarat sebut Ferdy Sambo sempat digadang-gadang jadi Kapolri sebelum mencuatnya kasus Brigadir J.