AYOJAKARTA.COM - Covid XBB dikabakran sudah mulai tersebar di negara Indonesia.
Oleh sebab itu, pemerintah menghimbau masyarakat agar ters waspada terhadap penyebaran Covid XBB ini.
Hingga kini kasus Covid XBB di Indonesia sudah mencapai empat kasus.
Baca Juga: Update Kasus Covid-19, Pasien Varian XBB Bertambah Menjadi 4 Orang
Meskipun tingkat fatalitasnya rendah, diprediksi akan ada lonjakan kasus Covid XBB.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (29/10/2022), Prof Wiku Adisasmito selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan kasus tersebut pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dikabarkan, perkembangan kasus Covid di tingkat global, per tanggal 23 Oktober jumlah penambahan kasus positif dalam satu minggu mencapai 2,98 juta.
Baca Juga: Apa Saja Gejala Covid XBB? Simak Berikut Ini Penjelasannya
Di Eropa, negara dengan jumlah kasus mingguan tertinggi yakni Jerman dan Prancis lebih dari 500 ribu dan 300 ribu kasus baru dalam satu minggu.
Di Asia, Jepang, Korea Selatan dan Singapura menjadi negara dengan jumlah kasus baru mingguan tertinggi.
Selain itu kenaikan kasusnya juga menjadi sorotan publik, Jepang naik 12%, Korea Selatan naik 21%, dan Singapura naik 34% dalam 2 minggu terakhir.
Baca Juga: Virus Covid-19 Varian Baru Masuk Ke Indonesia, Ini Penjelasan Menteri Kesehatan Republik Indonesia!
Hal ini dikatakan berkaitan dengan munculnya subvarian XBB di beberapa negara di Dunia yang dikabarkan akan menyebabkan terjadinya lonjakan kasus.
Subvarian XBB telah meningkat jumlahnya secara signifikan, beberapa negara di dunia.
Diantaranya yaitu di Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Denmark.
Baca Juga: Mengenang Steven Indra Wibowo, Pernah Jual Seluruh Hartanya Demi Membantu Masyarakat Saat Covid
Juga di beberapa negara di Asia yakni, Singapura, Bangladesh, India, dan Jepang.
Berbagai ahli di WHO memprediksi kasus Covid XBB akan memicu lonjakan kasus di akhir tahun dan puncaknya di bulan Januari.
Sejauh ini belum ada bukti bahaya Covid XBB secara klinis dibanding dengan varian sebelumnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Vaksin di Pulogadung, Siap Produksi Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA
Di beberapa negara gejala Covid XBB cukup ringan dan pasien yang terapar cepat pulih.
Di Indonesia, terdapat 4 kasus subvarian XBB dan keempat pasien tersebut sudah pulih.
Dibanding dengan negara lain di Asia, Indonesia masih menjadi negara dengan penambahan kasus mingguan yang lebih rendah.
Baca Juga: WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Kini Sudah di Depan Mata!
14 ribu kasus dalam satu minggu di Indonesia terbilang lebih rendah dibanding di Jepang yang mencapai 200 ribu kasus.
Namun perlu diwaspadai karena dalam empat minggu terakhir terdapat kenaikan kasus positif di Indonesia.
Diantaranya yakni 17% kenaikan kasus positif, kenaikan kasus aktif harian sebesar 11%, dan kasus kematian masih lebih dari 100 kematian setiap minggunya.
Baca Juga: Bertahun-tahun Menghindar, Menteri Nadiem Makarim Positif COVID-19
Kenaikan kasus ini belum dipastikan penyebabnya apakah akibat dari subvarian XBB. Namun ancaman kasus Covid XBB ini masih ada.
"Pandemi ini belum selesai," jelas Prof Wiku Adisasmito.
Pemerintah menghimbau masyarakat agar secara mandiri memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Baca Juga: Waspada! Angka Positif Covid-19 Naik Tajam dalam 5 Pekan Terakhir
Diharapkan masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker dan rajin mencuci tangan.
Hal tersebut merupakan kunci untuk menekan kasus agar tetap rendah.***

Share this article
Covid XBB diprediksi akan meningkat, Wiku Adisasmito sebut pandemi belum berakhir dan minta masyarakat untuk waspada.