BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Sepanjang wabah Covid-19 masih merajalela di muka bumi ini, sepertinya harus tetap sabar tidak bepergian secara bebas bahkan untuk ke kantor atau sekolah. Kamu harus melalui masa-masa isolasi atau karantina mandiri ini untuk waktu yang tidak menentu.
Dilansir dari BBC News, kamu tetap bisa pertahankan suasana bahagia dan sehat walaupun terkungkung di dalam rumah jika kamu mengikuti saran dari seorang ahli, Dr Beth Healey.
Beth menghabiskan sembilan bulan di Antartika di Stasiun Concordia (atau dikenal sebagai "Mars Putih") dengan Badan Antariksa Eropa, meneliti efek isolasi fisik dan psikologis pada anggota awak. Inilah tip utamanya untuk tetap bahagia dan sehat dalam isolasi.
Pikirkan suatu waktu tanpa khawatir waktu ke depannya
Tak satu pun dari kita yang tahu berapa lama masa karantina ini akan berlangsung, dan mungkin bisa sampai berbulan-bulan kemudian. Sebaiknya, kamu tidak banyak mengkhawatirkan hari-hari yang masih jauh di depan tersebut
Beth mengatakan, daripada memikirkan tentang satu periode secara keseluruhan, cobalah untuk memikirkan setiap hari atau setiap minggu saat ia ada di depan mata kamu.
Tetapkan beberapa tujuan
AYO BACA : Koktail dengan Antibodi Ini Diteliti Bisa Cegah Perkembangan Corona
Penting bagi kita untuk untuk membuat beberapa "fitur centang", beberapa tujuan untuk dikerjakan atau to do list, ucap Beth. Selain itu, cobalah untuk membuat sedikit variasi dalam tujuanmu, buat dalam cakupan yang lebih luas dan melihat berbagai referensi.
Menulis buku harian atau diary
Beth menyarankan untuk menulis tujuan, rencana, resolusi kamu di buku harian. Prinsip ini sangat mirip dengan resolusi tahun baru, menurut Beth. Hal tersebut bisa membuat orang sangat termotivasi, menetapkan semua tujuan yang ingin mereka lakukan dan mempelajari hal-hal baru. Namun seiring berjalannya waktu, mempertahankan tingkat motivasi itu bisa sangat menantang.
Buat ruang privasi kamu sendiri
Hal yang tidak kalah penting adalah tetapkan dengan siapa kamu menghabiskan waktu isolasi mandiri. Jika kamu tidak memiliki privasi, kamu bisa merasa sesak.
“Salah satu tantangan terbesar di Antartika bukanlah merasa kesepian, melainkan tinggal dan bekerja bersama dalam jarak yang berdekatan, dan itu adalah salah satu tantangan besar yang mungkin juga kamu hadapi selama masa isolasi ini,” Beth memaparkan pengalamannya ketika di Antartika.
Menyadari bagaimana kamu menggunakan ruang pribadi itu sangat penting, dan kamu perlu memastikan bahwa setiap orang memiliki ruang pribadinya masing-masing untuk beristirahat.
AYO BACA : Studi Temukan Hidung Anak-Anak Jadi Tempat Penularan Covid-19
Sadari bahwa stres memengaruhi setiap orang secara berbeda
Merasa sulit dikurung dengan teman sekamar atau anggota keluarga tertentu? Beth menjelaskan bahwa setiap orang memiliki perbedaan reaksi ketika sedang stress atau di bawah tekanan. Beberapa orang bisa menjadi keras dan emosional bahkan agresif, sebagian lagi mungkin mengurung diri sendiri.
“Memiliki kesadaran tentang bagaimana orang memiliki reaksi berbeda, dan juga bagaimana reaksi kamu sendiri. Hal tersebut dapat memungkinkan kamu untuk memahami ini lebih cepat,” ujar Beth.
Jaga rutinitas
Cobalah untuk tetap konsisten melakukan rutinitas, hal tersebut bisa sangat berguna, kata Beth.
Beth dan timnya ketika di Antartika tidak dapat mengubah situasi, tetapi mereka dapat mencoba dan mengontrol yang dapat dikontrol, salah satunya adalah mencoba untuk menjaga rutinitas.
Evaluasi diri
Satu hal yang kita semua miliki saat ini adalah memiliki banyak waktu, dan kamu bisa menjadikannya peluang.
“Salah satu hal utama yang saya temukan dari musim dingin saya di Antartika adalah saya merasa sangat positif memiliki sedikit waktu untuk mundur dan mengevaluasi kembali apa yang saya lakukan dengan hidup saya,” kata Beth. "Keluar dari rutinitas normal itu juga bisa menjadi hal yang positif."
Pertimbangkan masalah perubahan karier, pindah rumah, atau hobi baru? Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memikirkannya dengan matang. (Fariza Rizky Ananda)

Share this article
Sepanjang wabah Covid-19 masih merajalela di muka bumi ini, sepertinya harus tetap sabar tidak bepergian secara bebas bahkan untuk ke kantor atau sekolah.