AYOJAKARTA.COM -- Mendirikan salat tarawih atau salat malam yang dilakukan pada bulan suci Ramadan sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin. Ini untuk melengkapi ibadah puasa di siang harinya. Adapun keutamaan melaksanakan salat tarawih adalah akan mendapatkan ampunan dosa-dosa yang telah lalu.
Seperti disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa melakukan salat malam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Adapun yang dimaksud dengan salat malam di sini adalah salat tarawih. Ini sebagaimana dinyatakan oleh Imam An-Nawawi. Apalagi ini salat dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan, bulan penuh keberkahan dan ampunan.
Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya menyampaikan, salat tarawih atau qiyam Ramadan berdasarkan H.R. Bukhari dan Muslim tersebut, Nabi Rasulullah SAW ingin memberikan penekanan walaupun salat malam ini sifatnya sunah tapi memiliki kedudukan yang sangat penting dan memiliki anugerah luar biasa.
Bahkan bagi hamba yang menjalankan salat malam ini dengan sempurna dan penuh keiklasan, maka ada potensi menggugurkan dosa-dosa yang pernah dikerjakansampai ditunaikannya salat yang dimaksud.
"Makanya kata nabi jangan main-main dikerjakannya, kerjakan dengan sungguh-sungguh, kerjakan secara sempurna, kerjakan sesuai rukun dan syaratnya. Jika dikerjakan dengan sempurna maka nilai ramadannya akan diberikan kepada kita," kata ustaz Adi melalui chanel YouTube pribadinya, Adi Hidayat Official, Kamis (30/4/2020).
AYO BACA : Ramadan Karim dan Ramadan Mubarak, Apa Bedanya?
Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute itu menyampaikan, bahkan Rasulullah SAW disela-sela penunaian salat ini, yakni ketika salam bagian yang pertama dan hendak lanjut bagian kedua lagi, Rasulullah SAW memasukkan satu ajaran kepada umatnya berupa doa yang spesifik dikaitkan dengan permohonan ampunan dosa dan penghapusan kesalahan.
Dicontohkan dalam hadis Abu Daud nomor hadis 1.367, riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW memberikan contoh langsung pengaplikasian doa meraih berkah Ramadan. Doa yang dimohonkan Rasulullah SAW begitu singkat, padat, tapi begitu mengena, yang Artinya:
‘Duhai Allah sungguh hanya Engkau yang Maha Pemaaf, dan Engkau memiliki sifat mencintai orang-orang yang meminta maaf, mencintai sifat maaf, mencintai hambaMu yang memohon pemaafan, maka dengan sifatMu yang pemaaf itu, dan Engkau Pecinta Segala yang Meminta Maaf. Maka dengan itu hamba memohon, pemaafan dari Mu, Ya Allah. Maafkan segala salahku, maafkan segala dosa-dosa yang pernah aku perbuat.’
"Masyaallah indah sekali. Jadi Allah sudah melekatkan pada dirinya sifat nama-nama terindahnya sesuai kebutukan kita. Di sini konteksnya kita ingin memohon pengampunan kapeda Allah. Maka kita sebut namanya dengan sifat pengampun, pemaaf," kata Ustaz Adi.
Ustaz Adi menjabarkan, hal ini selaras dengan kalimat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam konteks tarwihah/tarawih atau memiliki rasa keterikatan dengan ruh. Alhasil, sifatnya, doa ini jangan sekadar dilafalkan, tapi bacakan dengan rasa yang tinggi sehingga ada koneksi dengan yang dilafalkan dan dengan yang dirasakan jiwa.
"Bagaimana caranya? sederhana sambil baca doa ini saat tarawih, sambil ingat-ingat kesalahan apa yang ingin minta diampuni dan dimaafkan itu, tundukan hati kita secara khusyuk sampai memiliki getaran kepada ruh kita. Menetes air mata itu dengan mengucapkan doa ini," katanya.
AYO BACA : Sejarah Umat Islam Wajib Berpuasa Ramadan
Berkaitan dengan waktu pelaksanaannya, Ustaz Adi menyampaikan, qiyamullail ini atau salat tarawih ini batas pelaksanaanya dari bada isya sampai menjelang fajar. Bisa dilaksanakan langsung bada Isya ataupun setelah tidur dan bangun di malam hari. Menurut Ustaz Adi, hal ini penting diterangkan ini, lantaran dalam penetapan waktu pelaksanaan salat ini ada bukti kemuliaan. Sifat dan rahmat Nabi muhammad SAW.
"Begitu sayangnya Beliau kepada umatnya, Nabi SAW bisa mengatakan begini siapapun yang bangun tahajud saat ramadan maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu sepanjang dikerjakan dengan keimanan dan keikhalasan. Tapi bila ingin memilih di awal waktu silakan tunaikan bada Isya'. Ini kemudahan bagi kita memilih mau di awal waktu atau memilih menjelang sahur mana yang paling memudahkan," katanya.
Di sisi lain, melihat situasi saat ini saat umat muslim menjalankan ibadah Ramadan di tengah pandemi virus corona, Rasullullah SAW bahkan tlah memberikan jawaban jauh 15 abad yang lalu. Bahkan Bahkan yang belum umatnya tanyakan Nabi Muhammad SAW sudah mencontohkan.
Kondisi ini serupa dengan aturan penetapan Pembatasan berskala Besar (PSBB) yang menganjurkan sebagian wilayah di indonesia, agar masyarakat melaksanakan kegiatan termasuk beribadah di rumah masing-masing. Ustaz Adi memastikan, masyarakat tidak perlu panik. Pasalnya dalam Islam tidak ada satu persoalan pun yang tidak punya solusi.
Dasyatnya dalam Islam semua masalah itu ada jawabannya. Bukankan kebanyakan salat tarawih Nabi SAW dikerjakan di rumah? Siriwayatkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak menjalankan salat tarawih itu dirumah. Dalam hadis sahih, Rasulullah diriwayatkan hanya tiga malam mengerjakan tarawih di masjid. Kala itu, Nabi Muhammad SAW berkomentar 'Saya tidak banyak ke masjid, tidak rutin ke masjid, karena khawatir (salat tarawih) menjadi wajib dikerjakan berjamaah di masjid'.
"Jawaban ini sebagai rahmat untuk kita Nabi SAW membaginya dikerjakan di rumah dan di masjid. Dan apa yang dikerjakan Nabi SAW di rumah itu tidak berbeda dengan apa yang dikerjakan di masjid. Salatnya tetap sama. Sifat jamaahnya tidak usah dihilangkan. Bukankah kita bisa berjamaah dengan keluarga di rumah?"
"Yang saya ingin katakan jangan kita ngeles dengan mencari alasan-alasan tertentu sepanjang bis dikerjakan, lakukan. Maka jawaban pertanyaan tadi sangat mudah apa yang dikerjakan di masjid tinggal kita kerjakan di rumah karena tidak ada perbedaan dalam penunaiannya. Sepanjang hati kita khusyuk, di situ poin keutamaannya," ujar Ustaz Adi. (Eneng Reni)
AYO BACA : Waktu Sahur Terkabulnya Doa di Bulan Ramadan
![[Ilustrasi] Ramadan, momen mendekatkan diri dengan Allah Swt. (Ayobandung)](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/20/1755691204473-ilustrasi_salat.jpg)
Share this article
Adapun keutamaan melaksanakan salat tarawih adalah akan mendapatkan ampunan dosa-dosa yang telah lalu.