JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Situasi pandemi virus corona (COVID-19) saat ini menjadi perhatian Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).
Memang, kecemasan dan kegelisahan sangat wajar jika muncul di tengah krisis kesehatan global seperti saat ini. Orang-orang bisa menjadi irasional dalam mengambil keputusan, seperti melakukan panic buying atau menimbun stok makanan sehingga mempersulit upaya orang lain untuk bertahan hidup.
PDSKJI mengutarakan sejumlah saran yang diharapkan bisa membuat masyarakat lebih tenang di tengah pandemi COVID-19 jika dilakukan dengan baik.
Pertama, harus dipahami bahwa perasaan cemas, sedih, stres, bingung, takut dan marah adalah hal yang wajar saat terjadi krisis. Solusinya, bicara dengan orang yang dipercaya, seperti keluarga atau teman untuk membantu meredakan perasaan itu.
Kedua, jika diharuskan tinggal di rumah, mengkarantina diri atau work from home, PDSKJI menyarankan Anda untuk tetap mempertahankan pola hidup sehat.
"Lakukan kontak sosial dengan orang yang dikasihi di rumah dan keluarga atau teman di luar melalui alat komunikasi," dikutip dari imbauan tertulis PDSKJI (Sabtu, 21/3/2020).
Ketiga, PDSKJI mengimbau agar Anda menjauhi rokok, minuman beralkhohol dan narkoba. Jangan jadikan barang-barang tersebut sebagai solusi untuk mengatasi perasaan tak nyaman. Psikiater ialah orang tepat untuk jadi konsultan saat kita dilanda perasaan stres dan tidak nyaman.
Selanjutnya, lakukan penyaringan informasi. Pilih informasi dari sumber akurat dan terpercaya. Sebab, berita yang keliru bisa menambah kecemasan.
Kelima, kurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengar informasi yang berlebihan.
"Ambillah jarak sejenak dari informasi yang berlebihan," lanjut imbauan PDSKJI.
Terakhir, Anda dianjurkan menggunakan keterampilan mengatasi emosi yang pernah dilakukan di masa lalu. Dengan demikian diharapkan bisa mengatasi perasaan tidak nyaman saat ini.

Share this article
Ambillah jarak sejenak dari informasi yang berlebihan.