AYOJAKARTA.COM - Nama bakteri Bacillus cereus sedang viral belakangan ini. Tak lain karena terjadi keracunan pada anak-anak SD yang mengonsumsi cimin di Bandung Barat.
Bacillus cereus (B. cereus) adalah jenis bakteri pembentuk spora yang memiliki ukuran sangat kecil sehingga hanya bisa terlihat melalui mikroskop. Bakteri ini umumnya dapat ditemukan di lingkungan sekitar kita.
Salah satu hal yang perlu diwaspadai dari B. cereus adalah kemampuannya menghasilkan zat berbahaya (toksin) yang dapat menyebabkan penyakit.
Baca Juga: Ini Dia Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari, Ternyata Bisa Meningkatkan Mood loh!
Terdapat dua jenis Bacillus cereus yang memiliki dampak berbeda pada tubuh manusia:
1. Bacillus cereus yang Mempengaruhi Sistem Pencernaan (Usus)
- Jenis ini menyebabkan keracunan makanan dan mempengaruhi sistem pencernaan, khususnya usus kecil.
- Gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam waktu enam hingga 15 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
- Jenis makanan yang dapat menyebabkan keracunan makanan ini meliputi ikan, produk susu, daging, saus, sup, semur, dan sayuran.
- Penyakit ini cenderung sembuh dengan sendirinya, tetapi dapat menjadi lebih serius jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau terganggu.
2. Bacillus cereus yang Tidak Mempengaruhi Sistem Pencernaan (Non-Usus)
- Jenis ini dapat menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya selain sistem pencernaan, seperti mata, sistem pernapasan, dan luka.
- Biasanya ditemukan pada debu, tanaman, tanah, dan air.
- Risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh B. cereus non-usus lebih tinggi pada bayi baru lahir, individu yang memiliki kateter yang mengalirkan urin dari tubuh, memiliki sistem kekebalan yang lemah, memiliki luka akibat operasi atau trauma, atau menggunakan obat intravena (IV).
Keracunan makanan akibat Bacillus cereus dapat terjadi ketika makanan dibiarkan pada suhu kamar atau bahkan setelah makanan dipanaskan kembali.
Bakteri ini membentuk spora yang mengeluarkan racun, dan ketika spora ini dikonsumsi, racun tersebut dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut, kram perut, diare encer, mual, dan muntah.
Baca Juga: Sering Diabaikan, 5 Tanda Kamu Sedang Stres karena Pekerjaan
Sementara itu, penyakit non-usus yang disebabkan oleh Bacillus cereus dapat melibatkan berbagai gejala tergantung pada jenis penyakitnya, seperti infeksi mata (endophthalmitis), abses otak, selulitis, radang paru-paru, dan lainnya.
Gejala dapat bervariasi dari sakit mata hingga demam tinggi, tergantung pada organ yang terkena.

Share this article
Salah satu hal yang perlu diwaspadai dari B. cereus adalah kemampuannya menghasilkan zat berbahaya (toksin) yang dapat menyebabkan penyakit.