SLEMAN, AYOJAKARTA.COM – Menjelang restart kick-of Liga 1 musim 2020, jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang menaungi klub Liga 1, PS Sleman berganti.
Perombakan besar-besaran di dalam PT PSS terjadi dan diperkenalkan dalam sesi jumpa persi di Hotel Grand Keisha, Sleman, Yogyakarta, Kamis (13/8/2020). Di struktur organisasi, jabatan tertinggi dipegang direktur utama, tidak ada lagi jabatan CEO seperti musim sebelumnya.
Perkenalan jajaran direksi tersebut disampaikan langsung Direktur Utama (Dirut) PT PSS, Marco Garcia Paulo. Beberapa sosok baru turut menghiasi struktur organisasi, seperti Direktur Keuangan yang kini dipegang Andi Wardana. Sementara di posisi Direktur Operasional masih dijabat Hempri Suyatna, serta Yoni Arseto (Direktur Komersial). Dalam pertemuan itu, hadir pula manajer tim, Danilo Fernando.
"Ini baru pertama kali kita ketemu dengan media karena harus lockdown selama pandemi Covid-19. Kami harus sampaikan, ada perubahan di struktural organisasi," kata Marco.
Dia menjelaskan, tim beruluk Super Elang Jawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan meski baru promosi ke Liga 1 2019 lalu. Untuk itu, berbagai langkah strategis bakal dijalankan guna mengembangkan klub kebanggaan warga Bumi Sembada.
“Kami akan maksimalkan potensi yang ada di klub ini, karena menurut saya PS Sleman memiliki potensi besar dan akan kita gali apa pun yang belum pernah terlihat. Tidak hanya tim senior, tetapi juga di tim putri, serta Elite Pro Academy,” ucapnya.
Marco juga memberikan kebebasan bagi struktural manajemen untuk mengeluarkan kreativitas demi kemajuan PS Sleman musim ini. Di bawah kendalinya, PS Sleman ditargetkan finis posisi 5 besar musim ini.
“Walaupun di tengah pandemi, kami tetap punya target. Musim ini memang tidak ada degradasi, tapi kami ingin perbaiki posisi musim lalu yang finis di peringkat 8. Kalau musim ini optimitis finis posisi 5 besar,” tegasnya.
Manajemen PT PSS juga merevisi pendapatan klub musim ini, karena pertandingan tidak disaksikan penonton. Jika musim lalu pendapatan dari sektor penonton menyumbang pemasukan klub sebesar Rp10 miliar-Rp12 miliar.
“Sebenarnya sebelum Covid-19 manajemen menargetkan Rp15 miliar dari penonton. Namun, target itu berubah semua karena tanpa penonton. Ya, kami harus mengencangkan ikat pinggang,” tutur Marco.
Sementara hal senada juga dikatakan Andi Wardana berkait potensi itu. "Kita jajaran direksi, manajemen, staf, pemain ingin PSS lebih maju. Kita sangat butuh bantuan teman-teman media," tambahnya.

Share this article
Menjelang restart kick-of Liga 1 musim 2020, jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang menaungi klub Liga 1, PS Sleman berganti.