JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wacana penghapusan degradasi untuk klub Liga 1 jika kompetisi kembali digelar, menuai pro-kontra dari klub-klub Liga 1. Meskipun, kebijakan kompetisi tanpa degradasi tidak ada dalam statuta PSSI.
Menanggapi pertanyaan pemilik klub maupun pecinta bola Tanah Air, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengungkapkan, wacana tersebut didasar atas rasa keadilan.
"Mengapa tidak ada degradasi? Kami kasihan nanti jika ada tim yang berasal dari daerah terdampak Covid-19 dan tidak maksimal mainnya. Nanti tim tersebit turun kasta," ujar Iriawan dalam Webinar yang diselenggarakan LPEM FEB Universitas Indonesia, Kamis (11/6/2020).
AYO BACA : PSSI Siapkan Dua Opsi Jika Kompetisi Dilanjutkan
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan, penghapusan sistem degradasi bercermin pada Liga Jepang (J-League) yang sama-sama meniadakan sistem turun kasta bagi klub penghuni peringkat terbawah.
Meski tak ada degradasi, PSSI tetap memberlakukan sistem promosi bagi klub Liga 2 yang keluar sebagai juara dan peringkat kedua. Apabila sistem tersebut diberlakukan maka pada kompetisi Liga 1 musim 2021 bakal diikuti 20 tim.
"Keputusan itu kita ambil setelah melihat dari kompetisi negara-negara lainnya seperti Jepang dan lainnya," kata dia, seperti dilansir Republika.co.id..
AYO BACA : PT LIB Nyatakan Siap Lanjutkan Liga 1 2020 dengan Protokol Kesehatan
Namun kebijakan itu bukan merupakan keputusan final, apalagi terdapat sejumlah pihak yang menentang rencana tersebut dengan alasan melanggar statuta. PSSI masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk membahas segala penyesuaian-penyesuaian agar liga berjalan tanpa masalah.
"Walaupun ada yang memprotes itu tidak ada di statuta, tapi kami koordinasi dengan semua pihak dan berkaca di sepak bola Jepang," tegas dia.
Salah satu tim yang tidak setuju adanya sistem degradasi yakni Persib Bandung. Dikutip Ayobandung.com. Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar, opsi tersebut akan membuat kompetisi tak lebih dari sekadar turnamen. Atmosfer kompetisi pun, kata dia, akan terasa hambar.
"Kalau tanpa degradasi ini bingung gimana? Persiapan Liga 2 apa bertanding tanpa degradasi juga? (Opsi) ini mah (seperti) turnamen aja hiburan, jadi ini bukan liga namanya. Kalau liga apapun juga tetap ada degradasi. Dalam situasi begini semuanya fokus untuk menghibur aja," jelas Umuh.
Terpisah, General Manager PSIS Semarang, Wahyu “Liluk” Winarto memiliki pendapat berbeda. PSIS setuju jika musim ini tidak ada degradasi. “Ya kalau memang dilanjutkan dengan situasi pandemi seperti ini, saya setuju jika tidak ada degradasi,” ucap Liluk sat dihubungi Ayojakarta.com, Jumat (12/6/2020).
AYO BACA : Persib Siapkan 2 Opsi Stadion untuk Jadi Markas saat Kompetisi Bergulir Lagi

Share this article
Wacana penghapusan degradasi untuk klub Liga 1 jika kompetisi kembali digelar, menuai pro-kontra dari klub-klub Liga 1. Meskipun, kebijakan kompetisi tanpa degradasi tidak ada dalam statuta PSSI.