JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memberi apresiasi atas kinerja Satgas Anti Mafia Bola Tahap I dan II.
PSSI juga berharap dukungan pengawasan terhadap persepakbolaan Indonesia terus dijalankan seiring diperpanjangnya masa tugas Satgas masuk Tahap III.
Pernyataan itu disampaikan Mochamad Iriawan saat mengunjungi posko sekaligus menggelar rapat koordinasi dengan Satgas Anti Mafia Bola yang dipimpin Brigjen Pol Hendro Pandowo di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (25/2/2020).
“Kami mohon bantuan Satgas Anti Mafia Bola. Bersama kita penuhi arahan Presiden Jokowi menciptakan Timnas yang tangguh serta kompetisi yang bersih dan enak ditonton,” kata Iriawan.
Sementara itu, Hendro Pandowo memaparkan capaian Satgas Anti Mafia Bola tahap sebelumnya, termasuk menetapkan tersangka dari berbagai kalangan.
“Dari wasit sampai anggota Komite Eksekutif PSSI,” kata Hendro.
Satgas Anti Mafia Bola kemudian membentuk sub-satgas di 13 wilayah tempat terselenggaranya Liga 1 di Indonesia.
Pada kesempatan ini, Satgas Anti Mafia Bola terus mengharapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan pengaturan skor dan informasi-informasi lain melalui call center dengan nomor 081387003310.
Pertemuan ini juga dihadiri Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria; Wasekjen, Maaike Ira Puspita; Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru, Sujarno; dan tiga orang anggota Executive Committee PSSI yakni Ahmad Riyadh, Yunus Nusi, dan Endri Erawan.
Kerjasama dan komunikasi intensif antara PSSI dan Satgas Mafia Bola dinilai penting untuk mengubah citra buruk yang terlanjur melekat.
“Ini tantangan besar bagi kami, karena selama ini begitu jadwal liga diumumkan, seolah sudah diketahui siapa juara kompetisi pada musim yang akan berlangsung itu,” kata Sujarno.

Share this article