JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Kerusuhan yang terjadi saat laga Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Selasa (29/10/19) lalu, menjadi catatan khusus bagi Calon Ketua Umum PSSI, Bernhard Limbong.
Bernhard sangat menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter Persebaya Surabaya yang merusak fasilitas-fasilitas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
"Ya, kalau begini kan yang rugi Persebaya," ujarnya kepada awak media, Kamis (31/10/2019).
Menurut Bernhard, Persebaya bisa saja menerima sanksi seperti yang didapat Persib Bandung versus Persija Jakarta.
AYO BACA : Persija Diminta Maksimalkan 11 Pertandingan Sisa Agar Tidak Terdegradasi
Sebelumnya laga putaran kedua Persib vs Persija yang seharusnya dilangsungkan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, namun izin keamanan tidak keluar hingga harus dipindahkan ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
"Bayangkan saja Persebaya seperti Persib atau Persija, main away bukan home. Pertama, uang nggak masuk. Kedua, keinginan mereka menonton klub kesayangan akhirnya nggak bisa," tambahnya.
Bernhard Limbong juga berharap PSSI dapat menetapkan peraturan yang terbaik agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
"Iya. Tergantung PSSI bagaimana menetapkan regulasinya," kata Bernhard Limbong.
AYO BACA : Kerusuhan di Surabaya, Sarana Introspeksi Bagi The Jakmania
.jpg)
Share this article
Kerusuhan yang terjadi saat laga Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Selasa (29/10/19) lalu, menjadi catatan khusus bagi Calon Ketua Umum PSSI, Bernhard Limbong. Bernhard sangat menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter Persebaya Surabaya yang merusak fasilitas-fasilitas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.