AYOJAKARTA.COM -- Meski proses perhitungan suara belum secara resmi ditetapkan KPU, namun sejumlah calon legislatif yang gagal mulai menjadi berita viral.
Berusaha mendulang suara dengan berbagai janji kepada pemilih, para calon legislatif banyak memberi sejumlah bantuan disertai harapan kemenangan.
Usai pemungutan suara dilangsungkan, tanda-tanda kemenangan yang tidak terlihat mulai membuat para calon legislatif bertindak agresif.
Sebutan atau istilah sebagai caleg depresi maupun caleg gagal menjadi kabar yang terus bertambah di sejumlah platform media sosial.
Perilaku tidak biasa yang ditunjukkan oleh para caleg gagal juga bermacam-macam, dari yang membuat jengkel hingga membuat tawa terpingkal.
Untuk mengetahui perilaku tidak biasa dari para caleg yang gagal mendapatkan kursi, berikut merupakan daftar caleg depresi.
Menarik kembali secara paksa bantuan semen dari sebuah masjid bersama pendukung, hal tersebut terjadi di Provinsi NTB.
Baca Juga: Mahfud MD Respon Pernyataan Terkait Hak Angket Tidak Bisa Untuk Pemilu: Siapa Bilang Tidak Cocok?
Peristiwa yang terjadi di Dusun Selebung, Lombok Tengah tersebut sempat membuat warga sekitar berang karena menganggap tidak ikhlas dalam memberi bantuan.
Meski sempat menjadi tontonan warga setempat, caleg beserta Tim Suksesnya tersebut berhasil membawa semen dengan menggunakan mobil Pickup.
Tidak jauh berbeda dengan caleg gagal dari NTB, seorang caleg DPRD di Banyuwangi juga mengambil kembali bantuan paving block yang sudah diberikan kepada warga.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Sebut Hak Angket sebagai Cara Terbaik dalam Menyelesaikan Kontroversi Pemilu
Diangkut dengan menggunakan truk, tumpukan paving yang sedianya akan dijadikan sebagai material perbaikan jalan diambil kembali lantaran kalah suara.
Di Sumatera Utara, perilaku tidak biasa juga dilakukan oleh Tim Sukses salah satu caleg yang gagal mendapatkan kemenangan.
Lantaran kalah dalam Pemilu 2024, seorang caleg gagal memerintahkan timsesnya untuk meminta kembali uang serangan fajar.
Langkah tersebut dilakukan tim sukses karena keluarga penerima uang serangan fajar juga menerima uang dari caleg lain.
Setelah sempat beradu mulut dengan tim sukses, keluarga penerima manfaat uang serangan fajar bersedia mengembalikan uang tersebut ke timses caleg gagal.
Hal aneh menyangkut perilaku caleg gagal juga terjadi di daerah Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Lantaran tidak berhasil mendapatkan kursi di pemerintahan, seorang caleg gagal yang juga pemilik lahan wakaf meminta salah satu jenazah warga untuk dipindah ke lokasi lain.
Baca Juga: Soroti Berbagai Permasalahan Sirekap Pemilu 2024, Ganjar: Masa Kayak Gitu Mau Kita Terima
Kendati merasa sangat terpukul karena diminta memindahkan jenazah, keluarga hanya bisa menuruti permintaan dari caleg gagal tersebut.
Warga juga sempat geram karena caleg gagal tersebut sengaja melibatkan orang yang sudah meninggal ke perkara dunia.***

Share this article
Meski proses perhitungan suara belum secara resmi ditetapkan KPU, namun sejumlah calon legislatif yang gagal mulai menjadi berita viral.