AYOJAKARTA.COM – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengomentari penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dalam Pemilu 2024.
Ganjar menilai masih banyak permasalahan dalam penggunaan sirekap yang mesti diselesaikan oleh KPU.
Contoh permasalahan ialah terkait data daftar pemilih tetap (DPT) di satu tempat pemungutan suara (TPS) yang memiliki jumlah lebih dari 300 orang.
"Enggak ada ceritanya satu TPS di atas 300 (DPT), dan dia (Sirekap) masih kemudian menampung itu. Masa kayak gitu mau kita terima?" ucap Ganjar, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Jumat, 23 Februari 2024.
Ganjar menilai tindakan pertama dalam menyelesaikan persoalan ini adalah pengakuan kesalahan oleh KPU.
Baca Juga: Proses Pengajuan Hak Angket yang Diusulkan Ganjar Pranowo di DPR Bisa Terealisasi dalam Waktu Dekat?
"Yang kita butuhkan sebetulnya adalah pengakuan dari KPU atau pembuatnya 'ya kami salah'. Itu paling fair," ucap Ganjar.
Kesalahan data DPT, kata dia, merupakan hal yang jelas, sehingga tidak bisa menyalahkan pada sistem.
"Hari gini, seperti itu enggak mau ngaku salah? Bagaimana satu TPS lebih dari 300, itu saya kira orang yang enggak ngerti sistem saja, ngira sistem itu fail," ujarnya lagi.
Kemudian Ganjar juga menyerukan kembali kepada parpol untuk segera mengeluarkan hak angket dalam menyelidiki dugaan kecurangan pada Pemilu 024.
Melalui hak angket, DPR dapat meminta klarifikasi atau penjelaan dari KPU terkait dengan permasalahan Sirekap.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Anggap Hak Angket Cara Paling Pas Usut Kecurangan Pemilu: Gak Perlu Takut!
"Dengan cara itu, nanti ada data, fakta, saksi, bukti, ahli, dan semuanya bisa dibuka dan publik bisa melihat. Nanti coba siapa yang benar, jadi angket menurut saya cara yang paling pas lah," ucapnya.
Hingga saat ini sirekap masih menjadi perbincangan terkait berbagai kendala yang dialami pasca pencoblosan.
Hal ini juga diakui oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang mengatakan pihaknya menemukan 80.000 pemilih pada satu TPS yang tercatat di Sirekap.
Informasi itu disampaikan oleh anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty pada, 15 Februari 2024.
“Bahkan, ada yang 80 ribu dalam satu TPS. Hasil Sirekap itu loh. Nah, itu kan tidak mungkin. Nah, dalam konteks ini, maka itu sedang kami cek,” ucap Lolly.***

Share this article
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengomentari penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dalam Pemilu 2024.