AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini, banyak netizen yang mengungkapkan kesulitan mencari pekerjaan karena kendala skor kredit yang buruk atau hasil BI Checking.
Seorang netizen bahkan bercanda bahwa tujuan mencari pekerjaan adalah untuk membayar hutang, tetapi ironisnya dia malah kesulitan mendapatkan pekerjaan karena masalah BI Checking.
Situasi di mana BI Checking menjadi salah satu syarat, muncul pertanyaan bagaimana pelamar pekerjaan bisa berhasil mendapatkan pekerjaan?
Pada 25 Agustus 2023, seorang netizen membagikan ceritanya melalui Twitter @worksfess yang kemudian memicu banyak tanggapan dari pengguna lain.
Baca Juga: Cara Ubah Suara Saat Menelepon di WhatsApp Tanpa Aplikasi Tambahan, Bisa Buat Prank Teman Lho!
Salah satu tanggapan datang dari akun @MadPartak* yang menyatakan bahwa BI Checking memang merupakan salah satu aspek tanggung jawab pribadi.
Khususnya bagi calon karyawan yang ingin bergabung dengan perusahaan di sektor keuangan, sangat penting bahwa mereka memiliki catatan keuangan yang baik.
Perusahaan di sektor ini biasanya berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manajemen keuangan yang baik.
"Untuk di financial institution, agak ironi jika pekerjanya punya bad score," ucapnya.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Hanya Terjebak dalam Friendzone, Apa Saja?
Sementara itu, di Amerika Serikat, perdebatan seputar penggunaan BI Checking sebagai faktor penentu penerimaan calon karyawan di perusahaan telah berlangsung sejak tahun 2010.
Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh The New York Times pada waktu itu dengan judul "As a Hiring Filter, Credit Checks Draw Questions" atau dalam artian "Sebagai Penyaringan Penerimaan, Skor Kredit Menimbulkan Pertanyaan," skor kredit digambarkan sebagai subjek perdebatan saat digunakan sebagai salah satu syarat untuk bekerja di institusi tertentu.
Artikel tersebut juga membahas pandangan peneliti yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan kuat antara memiliki skor kredit buruk dan kinerja buruk sebagai pegawai.
Mereka berpendapat bahwa ada sedikit korelasi antara memiliki kredit macet dan kemampuan kerja seseorang di tempat kerja.
Baca Juga: 5 Tanda Sahabat Menaruh Hati Padamu, Dia Selalu Ada untuk Mendukungmu
Terlebih lagi, kredit macet bisa terjadi bukan hanya karena seseorang menolak membayar hutang, tetapi juga karena situasi di luar kendali mereka seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) atau bencana alam.
Pendapat ini juga diperkuat oleh seorang netizen dengan nama @seleviana* yang mengatakan bahwa masalah ini memiliki dua sisi yang berbeda.
Di satu sisi, perusahaan mungkin mendapatkan manfaat dari penggunaan BI Checking, tetapi di sisi lain hal ini dapat berdampak negatif pada masyarakat.***

Share this article
Sama halnya seperti BI Checking di Indonesia, perdebatan terkait skor kredit ternyata juga berlangsung di Amerika sejak 2010 silam.