AYOJAKARTA.COM – Bulletin of the Atomic Scientists atau BAS belum lama ini kembali mengumumkan hasil perhitungan mundur Jam Kiamat di dunia.
Berdasar hasil pertemuan dengan sejumlah Ahli dan Ilmuwan dari berbagai bidang, BAS menetapkan angka 89 detik menuju Tengah Malam sebagai waktu mundur Jam Kiamat.
Penetapan angka 89 detik menuju Tengah Malam oleh BAS, merupakan angka paling dekat setelah Jam Kiamat mulai diperkenalkan kepada dunia pada tahun 1947.
Pada masa Perang Dunia II, Bulletin of the Atomic Scientists atau BAS merupakan suatu organisasi para ilmuwan yang terlibat dalam proyek Bom Atom.
Ketatnya persaingan dari sejumlah negara untuk bisa mencapai predikat Adikuasa dengan bom atom, dianggap Ilmuwan sebagai jalan menuju kehancuran umat manusia atau kiamat.
Menurut para Ilmuwan, lahirnya Bom Atom di dunia merupakan ancaman tersendiri bagi keberlangsungan umat manusia sehingga perlu dicegah.
Baca Juga: Status Bansos PKH dan BPNT Januari–Maret 2025 di SIKS-NG Berubah, Kapan Cair?
Sejak meledaknya Bom Atom untuk pertama kali, dampak besar yang ditimbulkan menjadi pesan bahwa manusia berperan dalam mengundang terjadinya kiamat.
Sebagai pengingat untuk disampaikan kepada umat manusia, BAS secara periodik selalu menyampaikan potensi terjadinya kiamat yang diakibatkan ulah manusia.
Melalui Jam Kiamat, angka menuju Tengah Malam merupakan isyarat bagi seluruh umat manusia agar segera menyadari dampak dari setiap tindakan.
Menurut Ilmuwan BAS, semakin sedikit dan singkat waktu menuju Tengah Malam membuat seluruh manusia harus bekerjasama menghentikan terjadinya kiamat.
Ditetapkannya angka 89 detik menuju Tengah Malam yang ditetapkan BAS pada 28 Januari 2025 lalu menjadi angka terendah sepanjang sejarah.
Selain karena potensi penggunaan bom atom dalam sejumlah perang yang saat ini berlangsung, Jam Kiamat juga mendapat ancaman lain.
Perkembangan teknologi yang sedemikian massif dan perubahan perilaku manusia, menurut Ilmuwan BAS juga menjadi tantangan tersendiri di zaman ini.
Kemunculan teknologi kecerdasan buatan atau AI, ancaman perubahan iklim, serta mewabahnya virus merupakan ancaman yang dapat mempercepat terjadinya kiamat.
Karena itu melalui Jam Kiamat atau Doomsday Clock, BAS mengajak seluruh umat manusia untuk bisa menyadari peran kemanusiaan sebagai bagian dari dunia.
Baca Juga: Penyaluran Bansos PKH dan BPNT mulai Ada Titik Terang, Jika Abai KPM Kategori Ini Bisa Hilang
Di tahun 1953 Jam Kiamat sempat menunjukan angka 120 detik jelang Tengah Malam dan berubah menjadi 17 menit di tahun 1991 karena situasi geopolitik yang relatif adem.
Pada tahun 2007 Jam Kiamat bukan saja mempertimbangkan bom dan perang sebagai ancaman dunia, tetapi juga perubahan iklim, virus, dan teknologi tak terkendali.

Share this article
Bulletin of the Atomic Scientists atau BAS belum lama ini kembali mengumumkan hasil perhitungan mundur Jam Kiamat di dunia.