JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Usia senja tak mengalangi Don Hasman untuk berpetualang ke seluruh dunia.
Buktinya, kakek 79 tahun berhasil melakukan perjalanan kaki dari Saint Jean Pied de Port, Prancis hingga Katedral Santiago de Compostela, Spanyol ketika berusia 70 tahun.
Selama perjalanan ziarah ke tempat-tempat terpenting umat Katolik dunia itu, Don Hasman yang dijuluki para juniornya sebagai Bapak Etnofotografi Indonesia, merasakan pengalaman yang ada di luar nalar manusia.
"Banyak hal yang di luar kemampuan nalar (saat melakukan perjalanan itu), kalau kita bilang mukjizat itu masih berlaku di situ, banyak saya alami dan orang alami," ujarnya ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).
Sebenarnya, pria sepuh yang dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang mendaki Himalaya ini tidak pernah percaya dengan hal-hal yang berhubungan dengan mitos. Namun, saat di akhir perjalanan ini ia sadar, mukjizat memang ada.
"Kalau akhir dari peziarahan itu di Fisteraa atau daratan terakhir, di situ kami mengakhiri perjalanan. Jadi kami harus buang atau bakar kertas dan mengucapkan harapan di tiga perapian yang ada di sana," ucapnya.
"Awalnya, saya menolak karena tidak percaya, karena saya anggap itu musyrik. Tapi, karena dipaksa akhirnya saya bakar dan berharap ekonomi keluarga saya yang saat itu sedang tidak bagus menjadi lebih bagus. Setelah saya bakar kertas harapan itu, besoknya saya ditelepon dari Indonesia dan ada transaksi Rp 1 miliar dan itu terkabul," tuturnya.
Dari seluruh perjalanannya, fotografer senior yang sudah berkeliling 60 negara ini menganggap Indonesia sebagai negara terlengkap. Menurutnya, Indonesia memiliki kekakyaan yang jauh lebih banyak dibandingkan negara lainnya.
"Indonesia paling lengkap. Saya sudah jalan lebih dari 60 negara, Indonesia paling lengkap. Kekayaan kita dibandingkan luar negeri, kita lebih kaya," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Don Hasman mengakui bahwa perjalanan yang paling sulit pun ia alami di Indonesia. Kakek kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1940, ini mengaku merasa kesulitan saat harus menyusuri Pulau Kalimantan.
"Perjalanan di Kalimantan dari barat sampai timur selama 44 hari. Saya ke sana tahun 93 untuk memperingati 100 tahun ekspedisi Belanda. Medannya (susah) paling maju 10-12 km sehari. Padahal kalau jalan biasa, bisa satu atau dua jam tapi di sana habis-habisan. Karena hutannya belum ada jalan, jadi membuka jalan sendiri," tuturnya.

Share this article
Selama perjalanan ziarah ke tempat-tempat terpenting umat Katolik dunia itu, Don Hasman merasakan pengalaman yang ada di luar nalar manusia.