KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Angka kasus keterjangkitan virus corona di Kota Bekasi per Jumat (13/11/2020) kembali melonjak. Ada tambahan 19 orang yang terjangkit Covid-19. Itu tak membuat urung Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, untuk tetap melaksanakan sekolah tatap muka di wilayahnya.
Dari penambahan kasus baru tersebut, masih ada 207 kasus aktif dengan rincian 109 sedang dirawat di rumah sakit, dan 98 menjalani isolasi mandiri.
Bahkan, Masih ada beberapa kecamatan yang menjadi zona merah seperti, Kecamatan Tambun Selatan sebanyak 44 orang, Cikarang Selatan sebanyak 42 orang, dan Cikarang Utara 20 orang.
“Kami melakukan upaya-upaya, yang tak kalah penting juga fasilitas kesehatan yang ada (sudah memadai), protokol kesehatan 3M juga sudah diterapkan dengan baik. Maka, wajarlah kepada Menteri Pendidikan untuk itu (meminta izin KBM tatap muka),” kata pria yang akrab disapa Pepen ini, Jumat (13/11/2020).
AYO BACA : Ini Wilayah Terbanyak Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi
Lebih lanjut, dia juga tak ingin asal menggelar KBM tatap muka karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah. Persyaratan itu menyangkut kesiapan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.
“Proses KBM di sekolah tentunya kami atur sedemikian rupa dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.
Selain protokol kesehatan, Kementerian Pendidikan juga memberlakukan syarat zona dimana wilayah yang masih berada di zona merah, tidak diperbolehkan menggelar KBM tatap muka. Dan, hal ini juga tak luput dari perhatian Pemerintah Kota Bekasi.
“Kami tentu menganalisa, mengkaji juga. Kalau dilihat dari proses zona, zona ini terus berputar mana yang oranye, mana yang merah, mana yang hijau. Ini semua kami kaji,” katanya.
AYO BACA : Kasus Corona Kembali Melonjak, Pemkot Bekasi Berencana Gelar Sekolah Tatap Muka

Share this article
Bahkan, Masih ada beberapa kecamatan yang menjadi zona merah seperti, Kecamatan Tambun Selatan sebanyak 44 orang, Cikarang Selatan sebanyak 42 orang, dan Cikarang Utara 20 orang.