KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Angka keterjangkitan virus corona di Kota Bekasi kembali melonjak. Setidaknya, per Rabu (11/11/2020), terdapat tambahan 135 pasien baru, dengan total kasus mencapai 7.536 orang. Di tengah kondisi tersebut, Pemkot justru mewacanakan akan menggelar kelas tatap muka bagi siswa sekolah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, yakin rencana tersebut bisa berlangsung. Ia mengklaim angka penambahan 135 kasus tersebut tidak sebanding dengan jumlah kasus sembuh. Meski tak menyebutkan angka kesembuhan terbaru, namun ia memprediksi rencana sekolah tatap muka kaan segera terealisasi.
"Dari dinas pendidikan Kota Bekasi sudah berkomunikasi menanyakan bagaimana kondisi Kota Bekasi untuk menanyakan terkait rencana pembukaan sekolah. Intinya memang kasus Covid-19 Kota Bekasi, ada penambahan. Tapi kalau dilihat dari angka kesembuhan, cukup tinggi juga," jelasnya, Kamis (12/11/2020).
Ia mengklaim penanganan kasus corona di wilayahnya dilakukan dengan baik, sehingga yang perlu dilakukan adalah menjalankan protokol kesehatan.
"Kami mengimbau agar pihak sekolah melakukan protokol kesehatan dengan baik, mengatur jam pembelajaran dengan baik, dan mengatur jenis kegiatannya sehingga anak-anak terlindungi dengan protokol kesehatan," ujar dia.
Adapun, wacana pembelajaran tatap muka ini bergulir kembali lantaran tidak semua orang tua siswa dapat mendampingi anaknya belajar. Oleh sebab itu, sekolah dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyiasatinya.
"Dibandingkan seperti saat ini untuk proses belajar mengajarnya kan online, gurunya kan juga pusing sebenarnya karna kan tidak semua siswa mempunyai fasilitas yang memadai untuk belajar online," ujar dia.
AYO BACA : Sandang Predikat Terbaik Tangani Corona, Kota Bekasi Nihil Kasus Baru Selama 2 Hari Bertutut-turut

Share this article
Dari dinas pendidikan Kota Bekasi sudah berkomunikasi menanyakan bagaimana kondisi Kota Bekasi untuk menanyakan terkait rencana pembukaan sekolah.