KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Kasus Covid-19 di Kota Bekasi kembali melonjak. Per hari ini, ada tambahan 135 pasien baru dengan total kasus mencapai 7.536 orang. Padahal, baru seminggu yang lalu menerima predikat sebagai wilayah terbaik penanganan wabah corona di Jawa Barat.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi malah mengimbau agar masyarakat tidak fokus pada angka kenaikan kasus tersebut, melainkan upaya penanganan yang dilakukan selama ini.
“Jadi, kita fokus pada penanganannya. Kita punya kapasitas rumah sakit yang memadai, kita juga punya alat PCR, punya ruang isolasi. Dari 1017 RW, paling tinggi 43 yang terdampak. Tidak sampai 10%,” kata pria yang akrab disapa Pepen saat dikonfirmasi, Rabu (11/11/2020).
“Dalam men-tracking kasus positif, bukan takut pada banyak kasus positifnya, tapi kita mencegah jangan sampai angka kematiannya tinggi,” lanjut dia.
AYO BACA : Wali Kota Jakarta Pusat Izinkan Pembangunan Tugu Little India di Pasar Baru
Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bekasi, sebut Pepen hanya sekitar 3%, namun memiliki angka kesembuhan mencapai 86% atau jauh melewati standar yang ditetapkan WHO maupun pemerintah pusat sebesar 70%.
Berdasarkan data real time yang ditampilkan website corona.bekasikota.go.id, Rabu (11/11/2020), ada penambahan kasus positif sebanyak 135 orang menjadi 7.536 orang.
Dari jumlah tersebut, mereka yang berhasil sembuh bertambah 47 orang menjadi 6.933 orang. Sementara yang masih menjalani perawatan maupun isolasi juga tercatat meningkat 88 orang menjadi 460 orang.
Sementara untuk kasus probable totalnya mencapai 476 dengan rincian 34 orang dalam isolasi atau perawatan, 89 meninggal dunia, dan 355 selesai isolasi atau dinyatakan sembuh.
AYO BACA : Sandang Predikat Terbaik Tangani Corona, Kota Bekasi Nihil Kasus Baru Selama 2 Hari Bertutut-turut

Share this article
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengimbau agar masyarakat tidak fokus pada angka kenaikan kasus tersebut, melainkan upaya penanganan yang dilakukan selama ini