Oleh Tri Dirgantara Pamenan
Tahun ini boleh jadi akan menjadi babak baru bagi pasar otomotif Indonesia. Beberapa ATPM akan mulai gencar menggarap pasar mobil elektrik, baik kendaraan berteknologi hybrid maupun electric vehicle.
Tak kurang dari 5 pabrikan bakal merilis mobil listriknya ke pasar Indonesia pada tahun ini.
Boleh dibilang, Hyundai menjadi pioneer di pasar mobil listrik Indonesia. Saat ini pabrikan itu sudah menjual dua mobil listrik, Ioniq EV dan Kona EV, namun varian tersebut masih diimpor dari Korea.
Tetapi Hyundai juga telah menyiapkan fasilitas produksi mobil listrik di pabrik barunya di Indonesia pada tahun ini. Pabrikan asal Korea itu diketahui telah menanamkan investasi besar di Indonesia, sebesar US$1,5 miliar untuk salah satunya mendirikan pabrik mobil di Bekasi, Jawa Barat.
Sementara Toyota dengan investasi Rp28,3 triliun akan menyiapkan 10 model hybrid di Indonesia mulai 2024, lima di antaranya adalah jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Salah satu model diantaranya adalah Toyota Innova yang akan diproduksi mulai tahun ini.
Mitsubishi juga akan memproduksi Xpander Hybrid di Indonesia pada 2023. Selain itu dengan investasi baru Rp11,2 triliun Mitsubishi juga bakal memproduksi dua model baru lain di pabrik mereka di Bekasi.
Honda tentu juga tak mau tinggal diam. Satu model hybrid Honda akan lahir di Indonesia menggunakan investasi baru Rp5,2 trilun. Sedangkan Suzuki tengah menyiapkan menyiapkan Ertiga Mild Hybrid yang akan diproduksi di Indonesia pada 2022 dan XL7 Mild Hybrid pada 2023. Produksi model elektrifikasi ringan ini menggunakan investasi baru senilai Rp1,2 triliun.
Tak ingin kehilangan momentum, pabrikan asal China Wuling juga sudah bersiap memproduksi mobil listrik di Indonesia.
Dengan kondisi itu, tak lama lagi kita akan melihat semakin banyak mobil listirk yang dipajang di showroom ataupun yang berkeliaran di jalan.
Pemerintah sendiri optimistis Indonesia akan mampu berperan lebih aktif di industri kendaraan bermotor listrik, tidak hanya sebagai pasar. Indonesia akan memposisikan diri sebagai sentra pemasok baterai untuk kendaraan elektrik.
Sebagai kendaraan yang dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil, mobil listrik saat ini memang dimanjakan dengan berbagai insentif, mulai dari berbagai keringanan tarif pajak hingga plat nomor khusus dan fasilitas bebas ganjil genap.
Tetapi, masih tingginya harga jual mobil elektrik tentu menjadi kendala bagi segmen ini untuk dapat meningkatkan penetrasi di pasar Indonesia. Boleh jadi, seiring dengan lokalisasi produksi, volume produksi yang semakin massal, dan teknologi yang semakin terjangkau, harga jual mobil elektrik akan dapat terus turun.
Strategi Pembiayaan
Sebagai ‘mitra sejati’ ATPM dan diler otomotif, bank dan perusahaan pembiayaan memang memegang peran yang sangat vital untuk kesuksesan pasar mobil listrik.
Geliat pasar mobil listrik di Indonesia telah menjadi incaran sejumlah bank dan multifinance. Apalagi OJK juga cukup proaktif merilis insentif pembiayaan mobil listrik.
Akhir pekan lalu. Bank KB Bukopin menjadi salah satu bank yang mendeklarasikan kerja sama dengan Hyundai Motor Indonesia untuk pembiayaan purchase order unit kendaraan ke ATPM Hyundai Indonesia.
Kerja sama itu dirintis oleh bank yang kini menjadi bagian dari KB Kookmin Bank itu dengan dealer Hyundai Motor di cabang Palembang.
Menurut Presiden Direktur Chang Su Choi, kerjasama yang terjalin antara Perseroan dan Hyundai Motor Indonesia pada awal tahun 2022 ini merupakan langkah awal kedua belah pihak dalam kolaborasi pembiyaan kendaraan bermotor.
Pada tahap selanjutnya, KB Bukopin menargetkan untuk memberikan pembiayaan kepada setiap dealer Hyundai yang beroperasi di Indonesia.
Hingga saat ini Hyundai, kendati semakin agresif membawa varian terbarunya, memang masih berjuang menembus dominasi ATPM Jepang di pasar otomotif Indonesia.
Dengan debutnya di pasar mobil listrik, pabrikan asal Korea itu tentu berharap dapat mencuri start dengan menjadi perintis di pasar mobil listrik.
Demikian juga dengan Bank Bukopin yang sebelum ini tidak terlalu agresif menggarap pasar pembiayaan kendaraan bermotor (selama ini pembiayaan mobil oleh Bukopin digarap oleh Bukopin Finance).
Setelah resmi menjadi bagian dari KB Financial Group, KB Kookmin Bank memang akan semakin agresif menggarap peluang bisnis baru dengan memanfaatakan jaringan bisnis Indonesia-Korea.
Tak pelak, sinergi diantara dua entitas bisnis itu di pasar mobil listrik diharapkan dapat menggenjot bisnis kedua perusahaan itu di Indonesia.
Kerjasama yang terjalin tersebut merupakan layanan Perseroan kepada pelaku usaha di bidang otomotif dalam hal pembiayaan melalui skema Dealer Financing. Dealer Financing merupakan skema pembiayaan untuk dealer yang memiliki eksklusif agreement dengan ATPM untuk penjualan kendaraan baru. Saat ini ATPM yang sudah bekerja sama dengan KB Bukopin adalah Hyundai Motor Indonesia.
Apakah sinergi kedua perusahaan ini akan sukses? Tentu pasar yang akan menjawabnya. Tentu saja, pabrikan lain juga tak tinggal diam – terutama pabrikan Jepang yang kini masih mendominasi pasar otomotif nasional. Di sisi financing, bank dan perusahaan pembiayaan juga akan semakin agresif menggarap segmen baru ini.
Siapa yang akan berhasil memenangkan persaingan pasar? Ini tentu menjadi adu cepat antar pemain di industri otomotif. Di ujungnya, kita berharap konsumen yang akan diuntungkan dengan pilihan varian yang semakin beragam dan harga yang semakin terjangkau.

Share this article
Tahun ini boleh jadi akan menjadi babak baru bagi pasar otomotif Indonesia. Beberapa ATPM akan mulai gencar menggarap pasar mobil elektrik.