WASHINGTON DC, AYOJAKARTA.COM - Pemiliham umum di Amerika Serikat (AS) kian memanaskan suhu politik antarpendukung. Itu menyebabkan para pengusaha menginvestasikan emas, yang berdampak pada kenaikan harga emas hingga nyaris 1%
Mengutip CNBC, Rabu (4/11/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi 1.907,96 dollar AS per ons. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup meningkat 0,9% menjadi 1.910,40 dollar AS per ons.
AYO BACA : Tak Bergerak, Harga Emas Antam Rp1.004.000 per Gram (4 November 2020)
Pendiri Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica mengatakan, para investor memprediksi akan ada kegaduhan usai pemilihan. Terlebih, pengumuman siapa yang akan menjadi presiden memerlukan waktu yang cukup lama. Mereka memilih menyelamatkan modal untuk membeli emas.
Emas juga mendapatkan dukungan dari merosotnya dollar AS, karena investor berspekulasi pada kemenangan Biden, yang berpotensi menyuntikkan stimulus lebih besar ke dalam ekonomi yang terpukul virus tersebut.
Pandemi terus mengancam dengan beberapa negara Eropa yang memberlakukan lebijakan lockdown seperti di Inggris, dan Perancis.
"Hasil pemilu, saat kita mendapatkannya, sepertinya akan ramah bagi emas dengan kemungkinan dollar melemah, stimulus baru, suku bunga di wilayah negatif dan kemungkinan The Fed akan mulai membeli aset jangka panjang," kata analis StoneX, Rhona O'Connell.
Logam lainnya, perak naik 0,7% menjadi 24,20 dollar AS per ons. Platinum melonjak 1,3% menjadi 869,87 dollar AS per ons, dan paladium melambung 3,4% menjadi 2.287,03 dollar AS per ons.
AYO BACA : KARTU PRAKERJA GELOMBANG 11: Ditutup Siang Ini! Buruan Daftar dan Cek Kelengkapan Berkas Ini!

Share this article
Mengutip CNBC, Rabu (4/11/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi 1.907,96 dollar AS per ons. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup meningkat 0,9% menjadi 1.910,40 dollar AS per ons.