KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Pembatasan jam operasional tempat usaha dan pariwisata di Kota Bekasi hingga pukul 18.00 WIB yang berlaku mulai hari ini, Jumat (2/10/2020) dinilai kurang berpihak kepada pengusaha.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey menilai, semeskinya pembatasan jam malam tidak digeneralisasi di semua sektor usaha. Ia menjelaskan, mal misalnya, sudah tidak lagi dipadati pengunjung.
“Jadi harapan kami Aprindo itu tidak digeneralisasi, mana pelaku usaha yang memang berpotensi untuk menjadi cluster dan tidak, karna memang yang berkunjung itu sedikit bahkan sekarang hanya 30 persen saja yang berkunjung ke mall dari masa new normal,” kata Roy, kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).
Dia menyebut, justru saat ini yang lebih berpotensi menjadi klaster adalah kerumunan kampanye pilkada. Menurutnya, pemerintah justru seharusnya lebih mengetatkan aturan jika pemilihan kepada daerah dilakukan.
AYO BACA : Pemkot Bekasi Batasi Jam Malam Pelaku Usaha dan Pariwisata
“Bagaimana mungkin ada klaster di mall dan di ritel, karna yang berbelanja saja sudah sedikit sekali, yang sektor atau kegiatan yang malah itu berpotensi menjadi klaster justru itu yang harusnya lebih diketatkan oleh pemerintah misalnya kampanye pilkada,” ucap dia.
Roy menilai, saat ini, yang seharusnya jadi perhatian lebih adalah perkumpulan atau pertemuan komunitas dengan jumlah massa banyak. Begitu juga dengan perkantoran yang tak taat menjalankan protokol kesehatan.
“Yang tidak taat akan protokol kesehatan terus di sidak karna tidak taat seharusnya itu yang perlu dibatasi, Sementara ritel dan mall bukan klaster malah ikut diikutin penerapan itu yang jadi korban,” kata dia.
Sebagai informasi, Kota Bekasi akan memberlakukan jam malam mulai besok 2 Oktober hingga 7 Oktober 2020. Semua kegiatan aktivitas warga di ruang publik akan dibatasi hingga pukul 18.00. Dalam maklumat Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, pasar dan pusat perbelanjaan modern tak dapat pengecualian.
AYO BACA : Pekan Depan, Green Hotel Bekasi Beroperasi sebagai Tempat Isolasi OTG

Share this article
justru saat ini yang lebih berpotensi menjadi klaster adalah kerumunan kampanye pilkada