AYO BACA : APKLI Desak Anies Maksimalkan Peran RT/RW Salurkan Bansos CoronaAYO BACA : TMMD ke-107 Bangun Rumah Tunggu di Pinggir Sungai Kampung Epem
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kondisi harga minyak dunia kembali membaik meski tidak signifikan. Itu terjadi setelah Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menemukan kesepakatan pembatasan produksi termasuk pada anggota negaranya yang tergabung dalam OPEC+.
Meski ada pemangkasan jumlah produksi, namun pemangkasan tersebut membuahkan hasil yang tidak memuaskan bagi produsen minyak di wilayah negara lain. Menteri Perminyakan Kuwait mengatakan, total pemotongan pasokan minyak global hanya mencapai 20 juta barel per hari, sekitar 20% dari pasokan global.
Mengutip Reuters pada Senin (13/4/2020), ada perdagangan di sesi awal, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, hanya naik 6 sen menjadi 31,54 dolar AS per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), turun 22 sen menjadi 22,54 dolar AS per barel.
Morgan Stanley, Minggu, menaikkan perkiraan harga minyak kuartal kedua menjadi 25 dolar AS per barel untuk Brent dan 22,50 dolar AS per barel untuk WTI. Namun, bank itu mengatakan pemotongan 9,7 juta barel per hari tidak akan mencegah penumpukan persediaan yang tajam dalam beberapa bulan mendatang, menjaga harga tetap di bawah tekanan.
Pemimpin tiga produsen minyak terbesar dunia, Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden Donald Trump, dan Raja Salman dari Arab Saudi, semua mendukung kesepakatan OPEC + untuk memangkas produksi global, tutur Kremlin, Minggu. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahkan memuji kesepakatan itu, mengatakan putusan ini akan menyelamatkan pekerjaan di industri energi Amerika Serikat.
Arab Saudi, Kuwait, dan UEA secara sukarela melakukan pemotongan lebih dalam dari yang disepakati, yang secara efektif akan menurunkan pasokan OPEC + sebesar 12,5 juta barel per hari dari tingkat pasokan saat ini, kata Menteri Energi Saudi.
Konsumsi bahan bakar di seluruh dunia anjlok sekitar 30%, karena pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 yang menewaskan lebih dari 100 ribu orang di seluruh dunia dan membuat bisnis suram karena status lockdown di berbagai negara.
AYO BACA : Sumbangsih Kemanusiaan
Share this article
Mengutip Reuters pada Senin (13/4/2020), ada perdagangan di sesi awal, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, hanya naik 6 sen menjadi 31,54 dolar AS per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), turun 22 sen menjadi 22,54 dolar AS per barel.