JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah rumah sakit di Jakarta masih membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) guna menangani pasien yang terpapar virus corona (COVID-19).
Seperti yang dialami RSUD Duren Sawit, Jakarta Timur. Setiap harinya, setidaknya dibutuhkan sekitar 50 set APD untuk para tenaga medis.
Saat ini RSUD Duren Sawit menjadi salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta. Pada Selasa (31/3/2020) kemarin, ada sekitar 40 pasien ODP dan PDP yang dirawat di rumah sakit tersebut.
Ditambah lagi, ada rencana penambahan ruang untuk pasien rujukan tambahan, hingga dua lantai. Tentunya memerlukan lebih banyak lagi paket APD untuk para tenaga medis yang bertugas.
"Kami setiap hari kira-kira membutuhkan APD sebanyak 50 set. Hanya saja ketersediaan semakin menipis.Hari ini, ada setidaknya 40 pasien, dan besok rencananya akan ditambah dua lantai lagi, dari sebelumnya hanya satu lantai. Kami mengajak masyarakat luas untuk ikut bergandeng tangan membantu dari rumah," ujar Rahmat Illahi selaku tim logistik RSUD Duren Sawit, Rabu (1/4/2020).
APD seperti masker dan sarung tangan merupakan yang paling cepat habis. Hal tersebut karena dua alat tersebut hanya bisa digunakan sekali. Tidak seperti penggunaan baju atau helm yang bisa berkali-kali dengan pembersihan.
"Masker dan sarung tangan itu yang lain sering habis. Karena sifatnya yang hanya sekali pakai. Jadi butuh banyak. Tidak seperti yang lain yang bisa dipakai lagi setelah disterilisasi,” tambahnya.
Dompet Dhuafa merespons cepat hal tersebut dengan menyalurkan paket APD ke beberapa rumah sakit. Termasuk di antaranya RSUD Duren Sawit.
“Semoga dengan adanya donasi paket APD ini bisa memberikan energi tambahan bagi para tenaga medis. Sekaligus menjadi pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Masyarakat pun ikut serta membantu dengan ikut berdonasi APD ini,” tutur Doni Marlan selaku General Manajer Remo Dompet Dhuafa.

Share this article
Saat ini RSUD Duren Sawit menjadi salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta. Pada Selasa (31/3/2020) kemarin, ada sekitar 40 pasien ODP dan PDP yang dirawat di rumah sakit tersebut.