Bantuan PKH atau BPNT Tak Kunjung Cair? Ternyata Ini Penyebabnya dan Paling Sering Dilakukan KPM

Ilustrasi. Bansos PKH dan BPNT
Ilustrasi. Bansos PKH dan BPNT

AYOJAKARTA.COM - Masih banyak penerima manfaat yang mempertanyakan mengapa bantuan PKH atau BPNT belum cair.

Padahal, beberapa wilayah sudah melaporkan pencairan bantuan tersebut. Lantas, apa sebenarnya penyebab keterlambatan ini?

Dikutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, Jumat (20/9/2024), pertama, perlu dipahami bahwa pencairan bantuan PKH dan BPNT dilakukan secara bertahap dan terbagi dalam beberapa termin.

Artinya, tidak semua daerah dan bank pencair akan mendapatkan bantuan pada waktu yang sama.

Baca Juga: Polemik Akun Fufufafa Makin Meluas! Mengapa Tidak Ada Lembaga Survei yang Mensurvei Apakah Masyarakat Percaya dengan Kasus Ini? Ini Kata Rocky Gerung

Beberapa daerah telah mencairkan bantuan untuk alokasi Juli-Agustus 2024, namun masih ada wilayah lain yang belum menerima.

Keterlambatan ini umumnya terjadi pada penyaluran bantuan melalui Kantor Pos Indonesia, yang saat ini sedang dalam proses migrasi ke sistem perbankan melalui kartu ATM KKS Merah Putih.

Proses migrasi dari penyaluran manual ke sistem perbankan ini membutuhkan waktu.

Penerima manfaat yang sebelumnya mendapatkan bantuan melalui Kantor Pos, kini harus dibuatkan rekening bank terlebih dahulu agar bisa mendapatkan kartu ATM.

Baca Juga: HP Nazrudin Berhasil Dibuka, Foto Kasus Vina Cirebon Ditemukan? Begini Kata Pengacara Saka Tatal

Oleh karena itu, bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bantuan sosialnya belum cair, diimbau untuk bersabar dan menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah desa atau surat undangan pembukaan rekening.

Salah satu penyebab umum mengapa bantuan tidak cair adalah karena adanya masalah validasi data.

Data penerima bantuan harus dipastikan padan atau cocok antara data yang tercatat di Dukcapil dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG).

Jika terdapat perbedaan atau ketidaksesuaian data, seperti perbedaan nama atau alamat, bantuan bisa saja tidak cair. Oleh karena itu, pastikan data yang tercantum di SIKS-NG sudah benar dan sesuai dengan data di Dukcapil.

Selain itu, pencairan bantuan juga bergantung pada status kevalidan KPM.

Misalnya, jika seorang anggota keluarga tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan, seperti telah menikah, tamat sekolah, atau pindah domisili, maka bantuan tersebut bisa tidak cair.

Hal ini disebabkan oleh adanya proses pemutakhiran data yang dilakukan oleh pemerintah secara berkala.

Kendala lainnya yang sering terjadi adalah masalah teknis di bank. Kadang-kadang data yang sudah valid di Dukcapil dan SIKS-NG tidak sinkron dengan data di bank.

Baca Juga: Sudah Ada 50 Instansi Daerah dan Instansi Pusat yang Mengumumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2024, Cek di Sini Daftarnya!

Misalnya, perbedaan penulisan nama di KTP dan rekening bank bisa menyebabkan pencairan bantuan tertunda. Sehingga, nama yang tidak sesuai di bank, meskipun hanya berbeda satu huruf, bisa membuat proses pencairan gagal.

Bagi KPM yang memiliki anak usia sekolah, bantuan juga dapat tertunda jika data anak tersebut tidak terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang baru naik jenjang pendidikan, seperti dari SD ke SMP atau dari SMP ke SMA.

Jika sekolah baru mereka belum memperbarui data di Dapodik, bantuan pendidikan melalui PKH bisa terhambat.

Baca Juga: Kenapa Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS Belum Keluar? Ini Penjelasannya

Ada juga situasi di mana KPM tidak menerima bantuan karena adanya perubahan dalam struktur keluarga. Misalnya, jika anggota rumah tangga sudah tidak satu Kartu Keluarga (KK) dengan penerima utama, atau jika anggota keluarga tersebut sudah memiliki pekerjaan tetap seperti ASN, TNI, atau Polri.

Status pekerjaan ini akan mempengaruhi kelayakan mereka untuk menerima bantuan sosial.

Kendala lainnya adalah tidak adanya anggota keluarga yang memiliki KTP elektronik (e-KTP) meskipun sudah cukup umur.

Bagi anggota keluarga yang telah mencapai usia 17 tahun, e-KTP menjadi syarat penting agar data mereka valid di sistem, dan bantuan sosial dapat disalurkan.

Bagi mereka yang merasa memenuhi syarat namun bantuan belum cair, ada baiknya untuk memeriksa ulang data di aplikasi SIKS-NG dan mengonfirmasi kevalidan data di Dukcapil dan Dapodik.

Jika ada permasalahan dengan data, segera perbaiki atau ajukan perubahan melalui operator DTKS di desa masing-masing.

Proses pencairan bantuan memang memerlukan waktu, dan setiap termin pencairan bisa berbeda antar daerah.

Oleh karena itu, para penerima manfaat diharapkan bersabar dan terus memantau perkembangan informasi pencairan melalui sumber resmi. Pemerintah juga terus melakukan upaya perbaikan agar bantuan dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# bantuan
# PKH
# BPNT

News Update

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.

Metropolitan

Perbaiki Tata Kelola Sampah! Sistem Controlled Landfill di TPST Bantargebang Diterapkan per 1 Agustus 2026

Sistem controlled landfill ini akan dilakukan bertahap sebagai bagian dari transisi menuju penghentian praktik open dumping.

Jakarta Timur

Jemput Bola! Puskesmas Kramat Jati Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pusat Perbelanjaan

Program yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan konsep jemput bola.

Bisnis

BRI Taipei Branch Office Bersama KDEI Taipei Perluas Layanan Perbankan WNI

BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei bersinergi perluas edukasi keuangan serta layanan perbankan bagi WNI di Taiwan secara aman.

Bisnis

Resmi! Jasa Marga Jadi Mentor Command Center Danantara Indonesia

Jasa Marga jadi mentor pengelolaan Command Center di Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia untuk tingkatkan efisiensi BUMN.

Bisnis

Dana Rp400 Juta Raib di Labuha, Pengamat: Jangan Gegabah Salahkan Bank

Usut tuntas isu Rp400 juta hilang di Labuha. Pengamat ingatkan publik jangan gegabah tuduh bank sebelum perkaranya jelas dan terbukti.

Sport

Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di JIS, Pramono Anung: ASN Boleh Nonton Asal Pekerjaan Tak Terganggu!

ASN Jakarta yang ikut nobar tidak boleh mengganggu pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Jakarta Timur

Truk Molen Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman, Pramono Geram Minta Izin Mengemudi Sopir Dicabut Jika Terbukti Lalai

Diduga sopir truk tersebut tengah bermain HP saat berkendara hingga menabrak Jembatan Matraman, Kamis (17/7) dini hari.

Nasional

Presiden Prabowo Putuskan Bangun 30 Pabrik Bioetanol, Indonesia Bersiap Terapkan BBM E10

Peningkatan kapasitas produksi bioetanol menjadi syarat penting agar Indonesia dapat segera menerapkan BBM E10.

Metropolitan

BESOK! Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng, Warga Juga Bisa Nikmati Konser hingga Bazaar UMKM

Acara yang terbuka untuk umum ini dijadwalkan pada Minggu (19/7) pukul 19.00 WIB dan dapat diikuti secara gratis oleh seluruh warga.

Metropolitan

Rano Karno Dorong Jakarta Provoke 2027 Jadi Pameran Seni Skala Internasional

Hal ini disampaikan Rano saat membuka secara resmi pameran seni kontemporer Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

Jakarta Selatan

Sampah Jadi Cuan! Warga Grogol Utara Hasilkan Pupuk Organik dan Pendapatan Jutaan

Selain menciptakan lingkungan bersih, program tersebut juga mampu menghasilkan pupuk organik hingga pendapatan jutaan rupiah setiap bulan.

Jakarta Selatan

JPO Tendean Dibongkar, Pramono Siapkan Zebra Cross Sementara demi Keselamatan Warga

Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses penyeberangan yang aman sambil menunggu pembangunan JPO baru.