AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah membangun sedikitnya 30 pabrik baru guna mendukung implementasi bahan bakar campuran Etanol 10 persen atau E10.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi bioetanol menjadi syarat penting agar Indonesia dapat segera menerapkan BBM E10.

"Kita mampu menuju E10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol," ujar Prabowo dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Bahkan, dari laporan yang diterimanya, Prabowo menyatakan Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan kadar campuran bioetanol hingga 20% (E20).
Sayangnya, kata Prabowo, langkah tersebut masih terkendala keterbatasan kapasitas produksi lantaran Indonesia baru memiliki satu pabrik etanol.
"Pabriknya yang kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik, kalau perlu sampai 50 pabrik," ucapnya.

Selain memperkuat ketahanan energi, kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil dan impor energi.
Dengan meningkatnya produksi bioetanol dalam negeri, pemerintah optimistis transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan dapat berjalan lebih cepat.***
Share this article
Peningkatan kapasitas produksi bioetanol menjadi syarat penting agar Indonesia dapat segera menerapkan BBM E10.