AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta penindakan tegas terhadap pengemudi truk molen yang diduga lalai hingga menyebabkan kendaraannya tersangkut di kolong Jembatan Matraman, Jakarta Timur.
Bahkan, ia meminta agar izin mengemudi pengemudi tersebut dicabut apabila terbukti melakukan pelanggaran serius.
Diduga sopir truk tersebut tengah bermain HP saat berkendara hingga menabrak Jembatan Matraman, Kamis (17/7) dini hari.
"Sedangkan yang kemarin kejadian di salah satu yang kemudian yang sama karena sopirnya main HP, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan Kakorlantas, siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya," tegas Pramono.

Sanksi tegas, menurutnya perlu diberikan kepada pengemudi yang mengabaikan keselamatan saat berkendara.
"Kalau perlu lisensi atau izinnya dicabut," ujarnya.
Ia mengatakan, tanggung jawab bukan hanya dibebankan kepada sopir saja, tetapi juga perusahaan angkutan harus menerima teguran jika pengemudinya tidak mematuhi aturan.
"Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaannya yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang kemudian tertib dan sebagainya," katanya.
Pramono menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh terulang kembali karena berdampak ke aktivitas masyarakat.

Kendati demikian, dipastikan bahwa tidak ada struktur yang rusak pada JPO Matraman setelah insiden tersebut.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, neyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan cepat dan tuntas dalam waktu singkat.
Hasil pengecekan, menunjukkan insiden tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan perlintasan kereta api.***
Share this article
Diduga sopir truk tersebut tengah bermain HP saat berkendara hingga menabrak Jembatan Matraman, Kamis (17/7) dini hari.