AYOJAKARTA.COM -- Pada kesempatan kali ini, kita akan menjelajahi beberapa pembaruan sistem dan aturan baru terkait KUR BRI pada bulan Maret 2024.
Pembahasan ini mungkin akan membantu Anda yang berencana mengajukan KUR BRI dalam waktu dekat, atau memberikan pencerahan bagi yang pengajuannya belum disetujui.
Informasi ini dikutip oleh Ayojakarta.com dari kanal YouTube ENR Project Review tanggal 18 Maret 2024.
1. Batasan Penerimaan Kredit Subsidi KUR BRI 2024
Aturan mengenai limit akumulasi plafon KUR dirasa belum optimal menurut pemerintah.
Pada tahun 2024 ini, pemerintah melalui OJK juga membatasi jumlah pengajuan KUR.
Sebagai contoh, debitur nonproduksi yang pertama kali menerima KUR pada tahun 2019 ke bawah memiliki maksimum akumulasi plafon KUR sebesar 100 juta rupiah.
Sedangkan debitur nonproduksi yang pertama kali menerima KUR pada tahun 2020 ke atas memiliki maksimum akumulasi plafon 200 juta rupiah.
Untuk usaha sektor produksi, seperti pertanian dan UMKM, limit akumulasi plafon KUR adalah 200 juta rupiah.
Namun, jumlah pengajuan KUR juga dibatasi, yaitu maksimal dua kali untuk sektor nonproduksi dan maksimal satu kali untuk sektor produksi.
Baca Juga: Ramadhan Banjir Bansos! 5 Bantuan Sosial Ini Akan Cair untuk KPM yang Sudah Terdata di DTKS Kemensos
2. Update Sistem KUR yang Sudah Dilunasi
Berbeda dengan sistem sebelumnya, update KUR BRI berlaku selama minimal 2 bulan. Hal ini perlu diperhatikan karena pengajuan KUR baru bisa ditunda jika terdapat pelunasan KUR sebelumnya yang belum di-update. Oleh karena itu, penting bagi nasabah untuk memperhatikan waktu update tersebut agar tidak mengalami penundaan pencairan pinjaman baru.
3. Perhatikan Tingkat Kredit Macet
Kita juga perlu mengetahui bahwa KUR BRI 2024 belum bisa disalurkan jika tingkat kredit macet melebihi 5%.
Jika di suatu unit kerja tingkat kredit macetnya melebihi 5% selama 1 sampai 3 bulan, pengajuan kredit akan ditinjau oleh pekerja setingkat di atas kepala unit.
Jika tingkat kredit macet berada di atas 5% selama 3 bulan berturut-turut, BRI unit tersebut harus menghentikan penyaluran KUR sampai tingkat kredit macetnya turun di bawah 5%.
Baca Juga: Kurangi Bebanmu, Begini Cara Mengatur Uang Ala Sandwich Generation
4. Aturan Potongan dan Blokir Saldo Pencairan
Sebelum pencairan, baik KUPedes maupun KUR bisa diambil langsung melalui e-channel BRI seperti Brilink, ATM, atau transfer lewat BRImo.
Namun, perlu diingat bahwa KUR tidak dikenakan biaya administrasi, provisi, atau asuransi.
Namun, beberapa unit kerja memasukkan asuransi AMKKM dan asuransi kebakaran serta bencana alam.
Selain itu, ada unit kerja yang menerapkan blokir angsuran, yang sebenarnya tidak diperbolehkan.
Demikianlah update terbaru mengenai KUR BRI 2024 dan implikasinya.

Share this article
Kali ini, kita akan menjelajahi beberapa pembaruan sistem dan aturan baru terkait KUR BRI pada bulan Maret 2024.