AYOJAKARTA.COM -- Bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH yang mempunyai anak sekolah, mungkin kamu merasakan adanya penurunan jumlah saldo bantuan yang diterima belum lama ini.
Jika kamu mengalami hal tersebut, disarankan untuk mengecek kembali data bantuan sosial (bansos) kamu.
Salah satu penyebab dari penurunan saldo bantuan tersebut adalah adanya pemadanan data yang harus sesuai dengan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang dikelola oleh sekolah atau kemendikbud.
Dikutip Ayojakarta.com dari Youtube DUNIA BANSOS, pada Kamis, 24 Oktober 2024, berikut ini penjelasan selengkapnya terkait bansos PKH.
Saat ini, bansos PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) sedang dalam proses pencairan untuk periode Juli hingga Desember.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan atau merasa ada penurunan nominal bantuan, bisa jadi hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan sinkronisasi data.
Periode pencairan bansos tersebut dilakukan secara bertahap. Namun, khusus untuk KPM PKH dengan anak sekolah sinkronisasi data sangat penting untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang masih aktif dalam pendidikan.
“Nah teman-teman semuanya ini adalah data untuk melihat ya Misalnya teman-teman mempunyai tiga anak sekolah tetapi kok yang dibayarkan hanya satu” ucap kreator.
“Nah teman-teman dan sahabat sosial semuanya, jika mengalami kasus seperti ini ya teman-teman lihat kalau seandainya yang tidak dibayarkan ini adalah anak SD ya atau SMP, teman-teman harus melihat data dapodik yang ada di sekolahan ini di kelola oleh operator sekolahan biasanya untuk memastikan data teman-teman itu data anak-anaknya itu masih aktif atau tidak ya” lanjutnya.
“Kemudian yang kedua dicek juga sesuai atau tidak data dapodik ini ya, jangan sampai saat pencocokan datanya aktif ya tetapi kok berbeda antara yang dimiliki oleh data dtks dan data Dapodik” ucapnya lagi.
Jika kamu memiliki anak yang bersekolah di SD, SMP, atau SMA, namun merasa jumlah bantuan berkurang dari biasanya, ini bisa terjadi karena beberapa alasan.
Misalnya, biasanya KPM dengan dua anak SD mendapatkan Rp300.000, tetapi saat ini hanya menerima Rp150.000.
“Jika teman-teman semua itu melihat ada kejanggalan ya ada yang, kok aneh ya pencairan kali ini biasanya saya besar menerima bantuan sosial kok sekarang kecil ya, misal nih biasanya teman-teman mempunyai dua anak SD ya itu dua anak SD itu dibayarkan Rp300.000 tetapi kok dibayarkan Rp150.000” ujarnya.
Atau KPM dengan satu anak SD, satu SMP, dan satu SMA hanya menerima Rp333.000, yang berarti hanya bantuan untuk anak SMA yang dicairkan.
“Atau misalnya teman-teman mempunyai satu SD satu, anak SMP satu, anak SMA kok yang dibayarkan hanya Rp333.000 ini artinya hanya anak SMA saja yang dibayarkan sedangkan SD, SMP tidak dibayarkan” ucap kreator.
Faktor Penyebab Sinkronisasi Gagal
Ada beberapa penyebab mengapa sinkronisasi data antara DTKS dan Dapodik bisa gagal:
Anak Putus Sekolah
Jika anak berhenti sekolah, maka data di Dapodik tidak akan aktif, sehingga komponen bantuan terkait anak tersebut tidak akan dibayarkan.
Pindah Sekolah
Anak yang pindah sekolah tetapi data Dapodiknya belum diurus oleh sekolah baru juga bisa menyebabkan bantuan tidak cair.
Jika mengalami hal ini, segera cek data anak kamu di dapodik melalui operator sekolah untuk memastikan bahwa data kamu masih aktif dan sesuai dengan kondisi terkini.
Nah, itulah informasi mengenai bansos PKH anak sekolah yang harus kamu ketahui.

Share this article
KPM bansos PKH yang mempunyai anak sekolah, mungkin kamu merasakan adanya penurunan jumlah saldo bantuan yang diterima belum lama ini.