AYOJAKARTA.COM - Di penghujung tahun 2024, khususnya pada periode 23-24 Desember, terjadi fenomena menarik.
Dimana sejumlah besar penerima bantuan sosial melalui kartu KKS melaporkan adanya saldo tambahan yang masuk ke rekening mereka.
Fenomena ini terutama terjadi di dua bank penyalur utama yaitu BRI dan BSI, dengan konsentrasi pelaporan tertinggi berasal dari Provinsi Aceh.
Banyak KPM yang awalnya mengira saldo tambahan ini merupakan bonus akhir tahun dari pemerintah, mengingat nominal yang masuk sangat bervariasi mulai dari Rp400.000 hingga Rp1.200.000.
Baca Juga: KPM PKH BPNT Akan Terima Bonus Bantuan Sosial KKS Merah Putih di Akhir Tahun 2024? Ini Penjelasannya
Puncak pelaporan terjadi pada tanggal 24 Desember 2024, dimana banyak KPM melaporkan saldo masuk dengan nominal Rp800.000 hingga Rp1.000.000 di bank BSI.
Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, saldo tambahan tersebut ternyata bukan merupakan bonus akhir tahun.
Melainkan hasil dari proses validasi dan verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat dalam beberapa waktu terakhir.
Para penerima bantuan BPNT murni yang mendapatkan saldo tambahan ini telah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat.
Baca Juga: Lulus Seleksi PPPK 2024? Siapkan 7 Dokumen Penting Ini untuk DRH! Simak Selengkapnya
Dimana mereka dinyatakan layak dan disetujui sebagai penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan).
Proses validasi ini mengubah status mereka dari penerima BPNT murni menjadi penerima BPNT plus PKH, yang berarti mereka kini berhak menerima dua jenis bantuan sekaligus.
Dikutip dari kanal YouTube Diary Bansos, Selasa (24/12/2024) khusus untuk KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui Kantor Pos dan telah mendapatkan kartu KKS baru, pencairan bantuan juga mulai dilakukan pada periode yang sama.
Nominal bantuan yang diterima sangat bervariasi tergantung pada komponen yang dimiliki oleh masing-masing KPM.
Sebagai contoh konkret, penerima dengan saldo Rp150.000 merupakan bantuan PKH untuk komponen pendidikan kategori anak SD sederajat satu orang.
Sementara saldo sebesar Rp800.000 bisa memiliki dua kemungkinan, bisa merupakan bantuan BPNT untuk alokasi empat bulan (September hingga Desember) atau bantuan PKH untuk komponen lansia dua orang.
Untuk saldo Rp400.000 yang masuk sebelumnya merupakan alokasi BPNT untuk periode Juli-Agustus.
Penerima dengan saldo Rp1.000.000 atau lebih umumnya merupakan penerima PKH dengan multiple komponen.
Baca Juga: Catat Tanggal Penting Pelaksanaan UTBK SNBT 2025, Jangan sampai Kelewatan!
Khusus untuk komponen balita yang belum masuk dalam perhitungan bantuan PKH namun sudah terdaftar dalam DTKS dengan status non-bansos.
Penerima dapat mengajukan usulan melalui operator SIKS-NG di desa setempat untuk dimasukkan ke dalam perhitungan bantuan PKH.
Untuk memudahkan pengecekan saldo, para KPM sangat disarankan untuk memanfaatkan layanan mobile banking yang disediakan oleh masing-masing bank penyalur.
BRI menyediakan aplikasi BRImo untuk nasabahnya, Bank Mandiri dengan Livin' by Mandiri, BNI menawarkan aplikasi Wonda by BNI, dan BSI juga memiliki aplikasi mobile banking tersendiri.
Baca Juga: Meta AI di WhatsApp Bisa Hasilkan Uang? Begini Faktanya...
Penggunaan aplikasi ini dapat menghemat waktu dan tenaga dibandingkan harus mengecek langsung ke mesin ATM atau agen bank.
Selain itu, aplikasi mobile banking juga memungkinkan KPM untuk memantau riwayat transaksi.
Memastikan penerimaan bantuan secara real time, serta mendapatkan notifikasi langsung ketika ada saldo masuk ke rekening mereka.***

Share this article
Benarkah KPM BRI dan BSI menerima dana bansos Rp1 juta hingga Rp1,2 juta? Simak info lengkapnya di sini.