Survei Ground Check DTSEN Diperpanjang, Ini Dampak bagi Penerima Bansos PKH dan BPNT

BPS resmi memperpanjang masa pelaksanaan survei Ground Check Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
BPS resmi memperpanjang masa pelaksanaan survei Ground Check Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

AYOJAKARTA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memperpanjang masa pelaksanaan survei Ground Check Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Perpanjangan ini dilakukan karena hingga akhir Maret 2025, proses pendataan belum mencapai target yang diharapkan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan program bansos lainnya tepat sasaran serta sesuai dengan kondisi sosial ekonomi terbaru masyarakat.

Baca Juga: 3 Informasi Penting untuk KPM PKH dan BPNT: Jadwal Pencairan, Sekolah Gratis, dan Bansos PIP yang Cair Mulai Senin

Salah satu pertanyaan yang mengemuka di masyarakat adalah, apakah keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak disurvei akan kehilangan hak atas bansos?

Menjawab kekhawatiran ini, Kemensos menegaskan bahwa tidak semua penerima bantuan sosial (bansos) sebelumnya akan menjadi target survei DTSEN.

Survei ini bukan proses pendataan baru, melainkan pemutakhiran data untuk memperbarui informasi sosial dan ekonomi penerima manfaat yang telah ada dalam sistem.

Artinya, KPM yang belum dikunjungi oleh petugas survei bukan berarti otomatis akan kehilangan hak atas bantuan sosial. Bisa jadi data mereka masih dinilai valid dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Baca Juga: Bikin Hasil Video Lebih Sinematik! Inilah Rekomendasi Kamera Drone Terbaik dengan Harga Tidak Mencekik

Alasan Proses Survei Belum Menjangkau Seluruh KPM

Terdapat beberapa alasan teknis dan lapangan mengapa proses survei belum menjangkau semua penerima bantuan sosial, antara lain:

1. Jumlah Data yang Sangat Banyak

Setiap pendamping PKH bertanggung jawab atas 400–600 keluarga. Dengan keterbatasan tenaga, hanya sekitar 10–20 rumah yang dapat disurvei per hari.


2. Medan yang Sulit Dijangkau dan Cuaca Ekstrem

Beberapa lokasi survei sulit diakses karena berada di daerah terpencil, pegunungan, atau daerah tanpa sinyal stabil. Curah hujan tinggi juga memperlambat proses.

3. Pelaksanaan di Bulan Ramadan

Survei dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi fisik petugas yang sedang berpuasa.

Baca Juga: Deretan Fakta Menarik Tentang Khasiat Air Rebusan Kayu Manis, Ternyata Orang dengan Kondisi Ini Dilarang Mengonsumsi!

4. Warga Tidak Berada di Rumah

Banyak warga yang menjadi target survei sedang bekerja, bepergian, atau mudik, sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan wawancara langsung.

Menurut Kementerian Sosial, dari total 28,8 juta penerima bantuan sosial, hanya sekitar 12,2 juta yang menjadi target survei ground check tahun ini. Artinya, hampir separuh penerima saja yang akan diverifikasi secara langsung.

Beberapa kategori yang menjadi prioritas survei DTSEN antara lain:

- Keluarga yang memiliki lansia dan memerlukan pembaruan data.

- Rumah tangga yang terindikasi mengalami perubahan kondisi ekonomi.

- Keluarga yang terindikasi sudah sejahtera dan perlu diverifikasi ulang.

Survei DTSEN ini akan menjadi dasar utama dalam pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat dan digunakan sebagai acuan dalam penyaluran bantuan sosial di tahap-tahap berikutnya.

Baca Juga: Heboh! Rencana Presiden Prabowo Soal Tampung Pengungsi Gaza di Indonesia Tuai Kontroversi: DPR Mendukung, MUI Berikan Kritik Keras!

Diperpanjang Hingga 30 April 2025

Karena belum mencapai 50 persen dari target nasional, Kemensos mengeluarkan surat penugasan lanjutan dengan nomor 439/3.4/DI.01/4/2025 yang dikeluarkan pada 8 April 2025.

Surat ini menginstruksikan seluruh pendamping PKH untuk melanjutkan survei ground check hingga 30 April 2025.

Tujuan Ground Check DTSEN

- Pemutakhiran data melalui DTSEN bertujuan untuk:

- Melengkapi variabel sosial ekonomi penerima manfaat.

- Memastikan keberadaan dan status aktif penerima bansos.

- Verifikasi usulan dan sanggahan dari masyarakat.

Data calon penerima bansos PKH dan BPNT akan dikumpulkan meliputi informasi individu serta data keluarga.

Data DTSEN juga telah dipadankan dengan data kependudukan nasional untuk mendukung penyaluran bansos yang lebih efektif dan tepat sasaran.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# ground check
# BPS
# DTSEN
# KPM
# PKH
# BPNT

News Update

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.

Jakarta Selatan

Aksi Heroik Gagalkan Penjambretan Bersajam di CFD, 4 Personel Dishub DKI Dapat Penghargaan!

Keempat petugas tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan bersenjata tajam di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Sudah Ada 324, Pemprov DKI Bakal Perbanyak RPTRA! Pramono Anung: Biar Anak-anak Punya Banyak Tempat Bermain

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menambah jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah ibu kota.

Gadget

Bocor di Tangan J-Hope BTS! Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis 22 Juli dengan Desain Lebih Lebar

Samsung Galaxy Z Fold 8 siap rilis 22 Juli dengan desain *wide folding* lebih lebar, bahan Flex Titanium, chip Snapdragon 8 Elite, serta hadir dalam varian standar dan Ultra.

Metropolitan

Hari Anak Nasional ke 42, Pemprov DKI Siap Kaji Usulan SPARTA, Pramono Dorong Perlindungan Dimulai dari Tingkat RT

Pembentukan SPARTA ini bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai provinsi pertama yang memiliki seksi perlindungan anak di setiap RT.

Metropolitan

Dinas LH DKI Siapkan Transisi Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jakarta

Perubahan metode pengelolaan sampah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap praktik open dumping

Bisnis

Program Sanggar Bakti BCA Siapkan Sanggar Seni Lebih Profesional dan Mandiri

BCA meluncurkan Sanggar Bakti BCA untuk memperkuat seni pertunjukan Indonesia melalui pembinaan, pendampingan, dan pengembangan sanggar.

Teknologi

5 Rekomendasi Laptop Gaming dengan Harga di Bawah Rp15 Juta yang Worth It Dibeli di Pertengahan Tahun 2026

Rekomendasi laptop gaming/kerja Rp10–15 juta pertengahan 2026 versi Jagat Review: Acer Nitro V 16, Lenovo LOQ 15, Axioo Pongo 735, ASUS Vivobook 16, dan MSI Thin 15 yang dibekali GPU RTX 3050 series.

Bisnis

Omzet Naik, Pasar Meluas! UMKM Cimahi Rasakan Manfaat Program Sertifikasi Halal BRI Peduli

UMKM di Cimahi sukses meningkatkan omzet setelah mengikuti pelatihan sertifikasi halal BRI Peduli, membuka peluang pasar lebih luas.

Jakarta Timur

Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta Timur Disambut Antusias, Layani 111 Hewan dalam Sepekan

Dari jumlah hewan yang mendapatkan pelayanan, sebanyak 95 ekor merupakan kucing, sementara 16 lainnya adalah anjing.

Jakarta Pusat

2 Aksi Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta Pusat, 706 Personel Gabungan Disiagakan

Pengamanan melibatkan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek setempat.