AYOJAKARTA.COM - Alhamdulillah, Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memulai pencairan bantuan sosial PKH BPNT gelombang ketiga pada Kamis, 7 Agustus 2025, kemarin, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pencairan ini khusus ditujukan untuk 1,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peralihan dari PT Pos Indonesia ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih yang telah menyelesaikan proses pembukaan rekening kolektif (burkol) dan menerima kartu KKS baru.
Bantuan yang disalurkan mencakup BPNT senilai Rp 600.000 dan bantuan tambahan sebesar Rp 400.000, sehingga total bantuan yang diterima KPM dalam satu waktu mencapai Rp 1 juta.
Baca Juga: 7 Manfaat Luar Biasa Jalan Kaki untuk Kesehatan Tubuh dan Mental
Pencairan ini telah dimulai sejak tanggal 5 Agustus 2025 dan berlangsung bertahap hingga pertengahan Agustus 2025, memberikan harapan besar bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Untuk jadwal resmi pencairan PKH BPNT tahap ketiga periode Juli-September 2025, Kementerian Sosial telah memberikan indikasi melalui pelaksanaan ground checking yang dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 18 Agustus 2025.
Ground checking ini khusus ditujukan bagi KPM baru yang lolos sebagai penerima manfaat untuk mengisi kuota kosong akibat penghapusan KPM lama yang bermasalah, seperti terlibat aktivitas judi online atau kondisi ekonomi yang sudah membaik.
KPM lama yang sudah pernah menjalani ground checking sebelum bulan Ramadan tidak perlu menjalani proses ini kembali.
Setelah ground checking selesai pada tanggal 18 Agustus, proses pencairan PKH dan BPNT tahap ketiga diperkirakan akan dimulai dari tanggal 19 hingga akhir Agustus 2025.
Baca Juga: Kabar Gembira! PKH Tahap 3 Siap Cair dengan Nominal Lengkap, Simak Rinciannya!
Dengan prediksi pencairan penuh akan dilakukan pada awal September 2025, mengikuti pola pencairan tahap kedua sebelumnya.
Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada tanggal 17-18 Agustus 2025 juga memberikan nuansa kegembiraan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar perayaan kemerdekaan dilaksanakan secara inklusif dengan melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya.
Dari 8.000 peserta upacara di Istana, 80% kuota dialokasikan untuk masyarakat umum, mengurangi jumlah pejabat dan memprioritaskan rakyat biasa.
Masyarakat yang ingin menghadiri upacara detik-detik proklamasi dapat melakukan pendaftaran online melalui aplikasi "Pandang Istana" yang dibuka pada tanggal 4 Agustus 2025.
Setelah upacara pagi, akan diselenggarakan pesta rakyat di halaman tengah Istana Kepresidenan dengan berbagai hidangan, makanan, dan minuman yang disiapkan khusus oleh Presiden.
Bahkan melibatkan pedagang kaki lima di sekitar Istana dan Monas untuk turut menyediakan hidangan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kerakyatan dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.***
Share this article
Pencairan bantuan sosial PKH BPNT gelombang ketiga pada Kamis, 7 Agustus 2025, kemarin, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.