Covid-19 Membaik, Bima Arya Dorong Pemerintah Agar Mal di Kota Bogor Beroperasi

Forkopimda Kota Bogor saat memantau persiapan mall dan pusat perbelanjaan.
KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan kunjungan ke sejumlah mal dan pusat perbelanjaan.
Hal tersebut dilakukan demi memastikan kesiapan mal dan pusat perbelanjaan untuk kembali beroperasi, jika Kota Bogor diberikan kelonggaran oleh pemerintah pusat pada perpanjangan PPKM Level 4 nantinya.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, setidaknya ada dua mal di Kota Bogor yang disambanginya bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro pada akhir pekan kemarin. Keduanya, Mal BTM dan Botani Square.
Dalam kunjungan itu, Bima Arya menilai secara umum mal-mal di Kota Bogor sudah siap untuk membuka kembali operasionalnya. Pemerintah Kota Bogor bersama pengelola mal sudah siapkan mekanisme protokol kesehatan yang diperlukan. Termasuk menyosialisasikan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang wajib digunakan sebagai skrining untuk pengunjung yang akan masuk.
"Apalagi pada 23 Agustus 2021 ini hari terakhir pemberlakuan PPKM Level 4 oleh pemerintah pusat. Jadi sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat soal perpanjangan PPKM Level 4, kami juga memastikan kesiapan mall dan pusat perbelanjaan. Agar pada saat nantinya sudah boleh buka kembali, mall dan pusat perbelanjaan bisa langsung beroperasi," katanya, akhir pekan kemarin.
Bima Arya menilai, relaksasi-relaksasi untuk menggairahkan ekonomi lewat pelonggaran operasional sektor perekonomian sangat dibutuhkan. Terlebih jika melihat data dan angka perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor sudah cukup membaik.
Bima juga menilai, dalam pelonggaran sektor perekonomian seharusnya pemerintah daerah diberikan wewenang khusus. Mengingat pemerintah daerah lebih mengetahui kondisi masyarakat dan ekonomi di lapangan.
"Menurut hemat saya daerah diberikan kewenangan sendiri untuk mengurus hal-hal ini. Tidak mungkin pemerintah daerah gegabah membuka, sementara angkanya tidak landai. Saya berharap betul ada perubahan level dan zona sehingga sesegera mungkin mall bisa buka kembali," ujarnya.
Sembari menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat, Bima meminta para pengelola pusat perbelanjaan untuk menyiapkan apa saja yang menjadi persyaratan.
"Saya kira kita semaksimal mungkin persiapkan. Kalau ada kabar baik 23 Agustus buka, kita sudah siap. Kami bisa sampaikan ke pusat. Bogor indikasinya baik, seluruh angka-angka perkembangan Covid-nya sudah landai, dan mal pun siap," kata dia.
Seperti masyarakat sebelumnya, Chief Marketing Communication (Marcomm) Mal BTM Chatarina Intan mengaku sedikit kecewa atas hal ini. Di mana mal dan pusat perbelanjaan lainnya di wilayah aglomerasi diperkenankan untuk kembali beroperasi, sedang mall di Kota Bogor belum diperbolehkan untuk kembali beroperasi lantaran dinilai belum memenuhi syarat oleh pemerintah pusat.
"Kalau dibilang kecewa pasti kecewa. Karena di wilayah lain sudah boleh beroperasi, sedangkan kami di Kota Bogor belum boleh beroperasi. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan kebijakan pemerintah kami harus ikuti," katanya.
Dirinya berharap, pada perpanjangan PPKM Level 4 23 Agustus 2021 ini, Kota Bogor diperbolehkan untuk membuka mall dan pusat perbelanjaan.
"Karena dalam satu bulan terakhir masa PPKM manajemen BTM terpuruk lantaran anjloknya pengunjung ke mal. Hal itu, juga berpengaruh kepada seribu lebih tenant lantaran tidak bisa maksimal beroperasi. Jadi semoga saja pada perpanjangan PPKM Level 4 nanti mal dan pusat perbelanjaan bisa kembali beroperasi," ujarnya.
Meski belum mengetahui secara pasti mengenai kapan beroperasinya mal dan pusat perbelanjaan di Kota Bogor. Pihaknya saat ini tengah sibuk mempersiapkan sejumlah prasyarat dan fasilitas bagi pengunjung.
"Jadi pada saat mal dan pusat perbelanjaan bisa kembali beroperasi, dari segi prasyarat, fasilitas dan protokol kesehatan untuk pengunjung semuanya sudah siap," katanya.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Pemerintah Kota Bogor bersama pengelola mal sudah siapkan mekanisme protokol kesehatan yang diperlukan.