KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengemukakan, terdapat 1.016 tenaga kesehatan atau Nakes di rumah sakit tersebut yang sudah mendapatkan SMS sebagai penerima vaksin anticovid-19. Akumulasi tersebut merupakan 85% dari jumlah keseluruhan nakes di lokasi tersebut.
"Deadlinenya (tanggal vaksinasi) kita nggak tau kapan ya. Belum ada," kata Ilham, Senin (4/1).
AYO BACA : Kota Bogor Kebagian 14.000 Dosis Vaksin Covid-19
Ilham mengatakan, nakes menjadi prioritas pemberian vaksin, sebab mereka setiap hari berisiko tinggi terpapar Covid-19. Di RSUD Kota Bogor sendiri, sejauh ini sudah ada sebelas perawat yang terpapar Covid-19 di tengah tugasnya.
Bahkan dari sebelas orang perawat tersebut, salah seorang di antaranya masih berada di ruang ICU. Sementara perawat lainnya sudah dalam keadaan sehat.
AYO BACA : Bertambah 73, Kasus Covid-19 Kota Bogor Tembus 5.700
"Jujur saja, mereka kelelahan dan butuh semangat serta dorongan. Walaupun sekuat tenaga, tapi masalah Covid tidak berhenti kan," ungkapnya.
Oleh sebab itu, kata Ilham, proses pembangunan rumah sakit lapangan terus dikejar. Apalagi, dengan selesainya pembangunan rumah sakit lapangan itu bisa memberi relaksasi kepada nakes di RSUD Kota Bogor.
"Mereka (11 perawat yang terpapar covid) justru bukan dari perawat Covid. Mereka tertular dari pasien-pasien, keluarganya, klaster keluarga," ujarnya.
Meski begitu, tambahnya, manajemen RSUD terus memberikan segala bentuk pelayanan yang terbaik bagi para nakes. Terutama dalam hal pelayanan kesehatannya.
"Semua dijamin. Bahkan keluarga juga kita tracing," kata Ilham.

Share this article
Ilham mengatakan, nakes menjadi prioritas pemberian vaksin, sebab mereka setiap hari berisiko tinggi terpapar Covid-19. Di RSUD Kota Bogor sendiri, sejauh ini sudah ada sebelas perawat yang terpapar Covid-19 di tengah tugasnya.