AYOJAKARTA.COM - Pemerintah terus mempercepat langkah menuju kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri.
Salah satu tonggak pentingnya ditandai dengan peluncuran bahan bakar biodiesel B50 yang disebut menjadi awal berakhirnya ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan dengan diluncurkan B50, pemerintah telah menyetop impor bahan bakar solar per Juli 2026.
Dalam acara Hari Koperasi di Indonesia Arena, Minggu (12/6), Prabowo juga membocorkan rencana lain Indonesia untuk masa depan energi.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa ilmuwan di dalam negeri, saat ini tengah mengembangkan sejumlah BBM baru.
Menariknya, bahan baku dari BBM ini berasal dari tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, seperti kelapa sawit, singkong hingga sorgum.
Prabowo menargetkan BBM ini bisa digunakan dalam hitungan beberapa tahun ke depan.
"Profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit! Etanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum. Jadi saya harap dalam 3-4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman," ujar Prabowo.

Dengan inovasi energi mandiri ini, Prabowo yakin BBM jenis baru tersebut akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani di Tanah Air.
"Berarti petani singkong akan hidup makmur, petani jagung akan hidup makmur, petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri," katanya.***
Share this article
Presiden Prabowo Subianto menegaskan dengan diluncurkan B50, pemerintah telah menyetop impor bahan bakar solar per Juli 2026.