AYOJAKARTA.COM – Seorang pemuda asal Tulungagung, Jawa Timur bernama Iba Hidayat telah meraih kesuksesan dalam bisnis budidaya jamur di desanya. Ia fokus pada varian putih dan coklat dari jamur tiram.
Inspirasi untuk memulai bisnis ini muncul setelah Iba menonton sebuah acara televisi yang mengangkat topik budidaya jamur, yang juga menyoroti dampak positifnya dalam menciptakan lapangan kerja di sekitar wilayahnya.
Iba merasa tertarik dan langsung memutuskan untuk terjun ke dalam industri ini.
"Saya tertariknya disitu, ada usaha yang bisa membantu sesama. Artinya ada usaha yang bisa membuka lapangan kerja baru bagi teman-teman atau lingkungan sekitar," kata Iba, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube PecahTelur, Kamis, 7 September 2023.
Baca Juga: 7 Ide Bisnis yang Tak Akan Termakan Zaman dan Musim, Pasti Awet Buat Jangka Panjang!
Namun, sebelum memulai budidaya jamur secara besar-besaran, Iba dengan bijaksana memutuskan untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu.
Untuk itu, ia menginvestasikan uang sebesar Rp100 ribu untuk membeli 10 kilogram jamur segar yang sudah dipanen.
Kemudian, jamur ini dijual secara eceran, yang menghasilkan keuntungan sekitar 70 ribu rupiah.
"Saya pertama cek pasar. Saya beli jamur tiram segar Rp100.000. Kemudian dijual secara eceran dapat laba sekitar Rp70.000. Itu 10 kilo," ucapnya.
Baca Juga: Alasan Menkop UKM Tolak TikTok Lakukan Bisnis Media Sosial dan E-Commerce Secara Bersamaan
Namun, dalam prakteknya, biaya yang diperlukan untuk membeli bibit jamur dan merawatnya hingga panen jauh lebih besar dari itu.
Setidaknya, Iba harus mengeluarkan dana sekitar Rp2,5 juta (tidak termasuk biaya pembuatan rak). Namun, hasilnya mencapai Rp1,5 juta dalam kurun waktu 1,5 bulan sejak penyemaian hingga panen.
"Skala kecil dulu pernah ngitung skala per seribu… modal dua juta setengah dapat empat juta, didapat setelah bulan kedua," menurut pengakuannya.
Saat ini, Iba mencatat bahwa banyak rekan pembudidaya jamur di wilayahnya beralih ke bidang lain.
Hal ini terjadi akibat kelangkaan pasokan serbuk kayu, yang mengakibatkan kenaikan harga. Namun, Iba tetap yakin bahwa bisnis budidaya jamur tiram masih memiliki potensi pertumbuhan.
Ia menganggap budidaya jamur ini istimewa karena setiap masalah yang muncul memiliki solusi yang berbeda. Iba semakin mantap untuk terus melangkah dalam industri budidaya jamur tiram.
Lebih dari itu, ia telah melewati berbagai ujian dan kesalahan berkali-kali, yang menjadikannya lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang muncul.
"Ngambil kata-kata dari guru saya… kalau mau bisnis itu jangan linca linci… jangan pindah sini pindah sana tekunin aja dulu," tutupnya dengan tekad yang kuat.***

Share this article
Seorang pemuda asal Tulungagung, Jawa Timur bernama Iba Hidayat telah meraih kesuksesan dalam bisnis budidaya jamur di desanya.