AYOJAKARTA.COM - Kredivo merupakan salah satu penyedia layanan Paylater terbesar di wilayah Asia Tenggara saat ini.
Banyak masyarakat penasaran mengenai sosok dan entitas di balik kesuksesan perusahaan ini.
PT Kredivo Finance Indonesia sendiri adalah bagian dari Kredivo Group Ltd.
Berdasarkan data terbaru, mayoritas saham perusahaan masih dikuasai oleh entitas internasional.
FPL Capital Pte. Ltd. merupakan perusahaan asal Singapura yang menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan mencapai 85 persen.
Entitas ini sebelumnya dikenal dengan nama FinAccel Pte. Ltd. sebelum melakukan perubahan nama resmi.
FPL Capital bertindak sebagai perusahaan induk yang mengelola berbagai unit bisnis teknologi keuangan grup.
Sementara itu, sisa 15 persen saham lainnya dimiliki oleh badan usaha asal Indonesia.
PT Wanteg Selaras Alam tercatat sebagai salah satu pemegang saham lokal dalam struktur tersebut.
Manajemen perusahaan telah merencanakan langkah strategis besar untuk masa depan.
Pada tahun 2025, perusahaan mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mereka berencana mengubah pemegang saham pengendali menjadi PT FinAccel Teknologi Indonesia.
Selain itu, pada tahun 2026, kepemilikan saham akan dialihkan dari badan usaha asing menjadi badan hukum domestik.
Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Hal tersebut juga bertujuan mendukung ekspansi usaha yang lebih berkelanjutan di tanah air.
Sosok penting di balik berdirinya Kredivo adalah Akshay Bhargava. Ia telah membangun layanan keuangan ini selama delapan tahun terakhir.
Akshay memiliki latar belakang pendidikan master ekonomi dari Geneva Graduate Institute.
Sebelum fokus mengembangkan Kredivo, ia juga pernah mendirikan Komli Media dan FinAccel.
Pengalaman profesionalnya mencakup posisi konsultan di Deloitte serta analis statistik di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Saat ini, operasional harian perusahaan dipimpin oleh Umang Rustagi sebagai Direktur Utama.
Ia dibantu oleh jajaran direksi lainnya seperti Lily Suriani dan Kevin Fridolin Siahaan.
Di jajaran dewan komisaris, Anita menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan.
Seluruh manajemen berkomitmen untuk menyelaraskan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Kinerja keuangan grup ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid. Hingga akhir Desember 2025, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp1,49 triliun.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan posisi aset pada akhir tahun sebelumnya.
Selain itu, total ekuitas perusahaan berada pada angka Rp414,49 miliar. Kredivo terus memperluas akses pembiayaan yang cepat, murah, dan transparan bagi masyarakat luas.***
Share this article
Kredivo dikuasai FPL Capital (85%) dan PT Wanteg Selaras Alam (15%). Didirikan Akshay Bhargava dan dipimpin Dirut Umang Rustagi, aset Kredivo tembus Rp1,49 T dengan ekuitas Rp414,49 M di akhir 2025.