AYOJAKARTA.COM -- Tak banyak diliput oleh media namun ramai di media sosial, sejumlah titik di wilayah Jakarta diwarnai oleh gelombang aksi unjuk rasa sejak Senin, 20 Juli 2026.
Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh berbagai elemen mahasiswa hingga tenaga kesehatan.
Berbagai tuntutan dari aksi unjuk rasa ini mengenai persoalan ekonomi nasional, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengusutan tuntas kasus hukum yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Deretan Aksi Unjuk Rasa Berjilid
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber berikut beberapa rangkaian aksi unjuk rasa dimulai pada Senin (20/7/2026) oleh Jaringan Aktivis Muda Indonesia (JAMI) di kantor OJK, disusul oleh aksi mahasiswa DEMA PTKIN di kawasan Gambir yang mendesak penghentian proyek strategis nasional yang dinilai merusak ekosistem.
Di saat yang bersamaan, BEM PTMA melakukan aksi di depan Kejaksaan Agung RI untuk mendesak penangkapan Febrie Adriansyah terkait dugaan suap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Aksi massa berlanjut pada Selasa (21/7/2026), di mana ratusan tenaga kesehatan yang tergabung dalam APKSI dan PPPK mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk menuntut kepastian hak Gaji ke-13 serta kejelasan status kepegawaian.
Di hari yang sama, DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga mendatangi Kejaksaan Agung guna meminta transparansi penuh dalam penanganan kasus korupsi.
Memasuki Rabu (22/7/2026), ketegangan meningkat saat demonstrasi mahasiswa dari BEM Persatuan Indonesia dan Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN) di depan Gedung Kejaksaan Agung berakhir ricuh.

Massa yang melakukan blokade jalan dan membakar ban bekas terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian setelah petugas berupaya memadamkan api menggunakan APAR.
Selain menuntut independensi Kejaksaan Agung dalam memproses Febrie Adriansyah, massa juga menyuarakan desakan agar pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset.
Fenomena demonstrasi yang terjadi secara intensif di Jakarta ini pun turut menjadi perhatian media asing seperti AP News, Reuters, dan CNA.
Media internasional tersebut menyoroti bagaimana aksi-aksi ini mencerminkan tekanan ekonomi serta kritik tajam mahasiswa terhadap kebijakan anggaran dan program prioritas pemerintah.***
Share this article
Tak banyak diliput oleh media namun ramai di media sosial, sejumlah titik di wilayah Jakarta diwarnai oleh gelombang aksi unjuk rasa sejak Senin, 20 Juli 2026.