AYOJAKARTA.COM - Pemerintah menyalurkan dana KUR tahun ini sebesar Rp270 triliun, naik 13 triliun dari tahun sebelumnya, namun pada tahun 2022 penyalurannya tidak mencapai 100 persen.
Diketahui pada tahun 2022, alokasi dana untuk KUR sebesar 257 triliun, namun hingga akhir tahun 2022 tidak tersalurkan secara maksimal.
Bunga KUR sangat ringan karena mendapat subsidi dari pemerintah. Untuk pinjaman pertama sebesar 16 persen, pinjaman kedua 17 persen, dan pinjaman ketiga 18 persen, untuk pinjaman selanjutnya 19 persen.
Baca Juga: Siap-siap! KUR BRI 2023 Resmi Dibuka Hari Ini atau Pekan Depan? Catat Tanggal dan Syaratnya di SINI!
Bunga KUR saat ini adalah 16 persen, 10 persennya subsidi pemerintah kepada pelaku usaha mikro dan kecil, dan sisanya adalah beban bunga yang harus dibayar masyarakat.
Diinformasikan BAHWA sementara ini BRI belum berani menyalurkan KUR jika belum ada instruksi dari pemerintah, disebabkan ada kaitannya dengan pembayaran subsidi bunga KUR.
Pemerintah tidak akan membayarkan subsidi bunga KUR oleh karena tidak pada masa penyaluran KUR yang ditentukan oleh pemerintah.
Baca Juga: Syarat Pendaftaran KUR BRI 2023, Segera Siapkan Sambil Tunggu Jadwal Pastinya
Salah satu alasan penyaluran KUR tertunda hingga saat ini adalah kuota KUR yang terlalu besar tidak sesuai dengan kapasitas BRI.
Seperti halnya dari tahun 2022 yang terhitung 257 triliun pun tidak habis tersalurkan dan kemungkinan pemerintah diminta mengalihkan kuota penyalurannya ke pihak Bank atau lembaga lain.
"Karena BRI punya kapasitas, kapasitas yang penting bahwa rata-rata penyaluran KUR BRI 1 hari 1 triliun, nanti yang membatasi BRI adalah hari kerja," ujar Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI dikutip pada kanal YouTube ENR Project Review.
Baca Juga: Persiapkan Syaratnya! KUR BRI 2023 Dibagi Jadi 3 Golongan, Apa Saja? Cek di Sini
Tentunya hal tersebut menjadi bahan pertimbangan stakeholder, dan diharapkan dapat melakukan penyaluran kuota KUR ke Bank lain.
Jika dihitung dari hari kerja selama 1 tahun, BRI hanya mampu menyalurkan sekitar 240 triliun, sedangkan banyak nasabah yang sudah tidak bisa mendapatkan KUR karena limit plafon KUR.
Salah satu penyebab terhambatnya penyaluran KUR tahun 2023 yakni masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa KUR adalah bantuan dari pemerintah.
Baca Juga: Langkah-langkah Cara Daftar Online KUR Syariah 2023 di BSI, Pengajuan Mudah dan Cepat!
"Sumber pendanaan KUR itu 100 persen dari Bank, dari pinjam kepada masyarakat dalam bentuk tabungan, Giro, Deposito, yang didalam pinjaman itu Bank harus membayar bunga kepada penabung," ungkap Sunarso, Direktur Utama BRI.
"Bunganya itu sebenarnya 16 persen, tapi pemerintah memberikan subsidi 10 persen kepada rakyat, bukan kepada Bank," sambungnya.
Namun sampai saat ini masih ada masyarakat yang menyepelekan dalam membayar angsuran per bulannya, bahkan ada yang tidak mengangsunya sama sekali.
Baca Juga: KUR BRI 2023 Sudah Dapat Disalurkan? Ini 7 Tips agar Lolos Survey dan Pengajuan Disetujui
Hal ini menjadi kendala bagi pihak Bank, karena laba bank akan berkurang akibat angsuran KUR yang macet, sedangkan pihak Bank tetap membayar bunga kepada para penabung.
Sedangkan aturan dari pemerintah, pihak Bank tidak boleh meminta agunan atau jaminan kepada pihak debitur.***

Share this article
BRI belum berani menyalurkan KUR jika belum ada instruksi dari pemerintah, disebabkan ada kaitannya dengan pembayaran subsidi bunga KUR.