AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang penggunaan dana non-APBD agar proses renovasi tidak terhambat kendala anggaran.
Opsi pendanaan yang disiapkan meliputi pemanfaatan dana koefisien lantai bangunan (KLB), corporate social responsibility (CSR), hingga sumber pendanaan sah lainnya.
"Saya sudah memutuskan di SD yang ada di Kebayoran Lama itu segera harus dibangun. Kalau memang belum ada dana dari APBD, maka dibuka ruang apakah itu dari KLB, dari CSR, atau dari manapun yang penting harus segera dibangun," ujar Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Persoalan sekolah rusak ini mencuat setelah kondisi SD Negeri 09 Kebayoran Lama menjadi perhatian publik.
Pramono mengaku langsung menggelar rapat khusus dan melakukan peninjauan lapangan setelah mengetahui kondisi tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada satu lokasi saja. Tercatat ada puluhan sekolah lain yang juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan.
"Bukan hanya yang kemarin diviralkan, tetapi di tempat yang lain, 22 yang ada segera akan kami selesaikan. Jadi itu intinya," tegasnya.
Meski Jakarta tengah menghadapi tantangan berupa pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, Pramono menjamin sektor pendidikan tidak akan terdampak.

Ia berkomitmen bahwa alokasi anggaran untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga kebijakan sekolah swasta gratis tidak akan dipangkas sedikit pun.
"Dana APBD Jakarta untuk pendidikan... tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh berkurang sesen pun," pungkas Pramono.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.