AYOJAKARTA.COM - Vivo akhirnya merilis Vivo X300 Pro di Indonesia, dan seperti biasa, seri X kembali hadir dengan peningkatan besar di sisi hardware maupun software.
Flagship terbaru ini langsung mencuri perhatian karena menjadi HP Vivo Indonesia pertama yang meninggalkan Funtouch OS dan beralih ke Origin OS, sistem operasi yang sebelumnya eksklusif untuk pasar China.
David GadgetIn, salah satu reviewer teknologi terbesar di Indonesia, membuka ulasannya dengan antusias. Ia mengatakan, “Chipset paling baru, Dimensity 9500, baterai badak 6510 mAh, kamera juga lensa periscope 200M speknya top, no debat.”
Baca Juga: Review vivo X300: Diklaim Punya Kamera Terbaik 2025 dengan Resolusi 200 MP Telephoto Camera
Vivo memang terkenal unggul dalam hardware, dan X300 Pro meneruskan tradisi itu. Vivo X300 Pro hadir dengan chipset Dimensity 9500, RAM 16GB LPDDR5X, dan storage 512GB UFS 4.1.
Kombinasi ini membuatnya bukan hanya cepat, tapi juga stabil di berbagai tugas berat. David menyebut skor AnTuTu 10-nya bisa menyentuh 2.8 juta, bahkan lebih dari 3 juta di AnTuTu 11.
Untuk gaming, Vivo X300 Pro tampil ganas. Genshin Impact pada pengaturan tertinggi stabil di kisaran 59 fps, sedangkan game ringan seperti Mobile Legends berjalan sangat adem di 120 fps.
Salah satu perubahan terbesar adalah hadirnya Origin OS di Indonesia. David dengan tegas berkata, “Akhirnya! HP Vivo di Indonesia bisa ikutin tampilan ala-ala kaca kayak di iPhone. Visualnya lebih cantik, fitur lebih banyak, animasi lebih fun." Origin OS menghadirkan:
Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi One Plus 15 vs iPhone 17 Pro, Benarkah Tak bedah Jauh?
- Animasi lebih hidup
- Kustomisasi ikon, widget, dan lockscreen
- Quick settings lebih rapi
- Origin Island untuk notifikasi dan akses cepat
- Sistem notifikasi yang lebih pintar
Bisa dibilang, Origin OS menutup celah utama yang selama ini membuat banyak pengguna ragu memakai HP flagship Vivo. X300 Pro membawa kamera utama dengan sensor Sony Lytia 828, ultrawide yang tetap tajam, serta telephoto besar 1/1.4” yang menjadi favorit David.
Ia mengatakan, “Mau motret pake lensa mana pun, udah cakep. Bahkan di kondisi minim cahaya hasilnya tetap tajem dan bersih.”
Untuk pengguna yang lebih serius, Vivo menyediakan photography kit berisi lensa tele tambahan dan casing pro, meski paket lengkapnya harus dibeli terpisah.
Baca Juga: Samsung Menang Telak? Perbandingan Sepsifikasi iPhone 16 Plus vs Samsung Galaxy S25 Plus
Dengan baterai 6510 mAh dan charging 90W, X300 Pro mampu mengisi 22% dalam 10 menit dan penuh dalam sekitar 56 menit. Pemakaian ringan seperti YouTube hanya menghabiskan 6–7% per jam.
Vivo X300 Pro datang dengan perpaduan hardware monster dan software baru yang akhirnya setara dengan kelas flagship modern. Dengan peningkatan sebesar ini, apakah menurut Anda harganya masih sebanding untuk pasar Indonesia?

Share this article
Vivo X300 Pro hadir dengan Origin OS, chipset Dimensity 9500, kamera periscope 200MP, layar premium, dan baterai besar. Performa kencang, kamera solid, dan pengalaman software jauh lebih baik.