AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi terbarukan Bobibos terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah sukses diuji di berbagai wilayah, Bobibos kini menyiapkan mesin produksi portable yang dipasang di atas truk fuso.
Dengan konsep ini, pengolahan jerami menjadi bahan bakar dapat dilakukan langsung di desa-desa, mengikuti lokasi jerami yang siap diproses.
Tidak lagi menunggu kiriman, karena seperti kata founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin di akun Instagram, “Nanti seluruh mesin ini akan kita simpan di dalam truk fuso, jerami akan masuk ke dalam truk dan semuanya akan diolah di dalam truk tersebut.”
Mesin portable ini memungkinkan produksi berlangsung lebih cepat dan efisien, sekaligus memangkas biaya transportasi bahan baku.
Teknologi yang dibawa langsung ke titik panen menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi nasional berbasis limbah pertanian. Dukungan kuat diberikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ikut melakukan uji coba Bobibos di Lembur Pakuan, Subang.
Pada kesempatan itu, bahan bakar hasil olahan jerami tersebut dimasukkan ke mesin traktor diesel dan berhasil menjalankan mesin dengan lancar.
Dedi Mulyadi menegaskan harapannya, “Jerami-jeraminya sudah siap untuk diolah… semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik.”
Baca Juga: Founder BOBIBOS Pernah Kembangkan Inovasi 'Kompor Pulsa', tapi Diputuskan Mandek karena Alasan Ini
Selain performa yang terbukti di lapangan, hasil pengujian laboratorium dari Lemigas mencatat Bobibos memiliki nilai oktan 98,1 setara bahkan sedikit lebih tinggi dibanding Pertamax Turbo. Angka ini menguatkan potensi Bobibos sebagai bahan bakar nabati generasi baru yang ramah lingkungan dan efisien.
Secara ekonomi, Bobibos membuka peluang pendapatan baru bagi petani. Dengan rasio konversi mencapai 3.000 liter per hektar, daerah pertanian seperti Lembur Pakuan yang memiliki potensi hingga 1.000 hektar mampu menghasilkan jutaan liter bahan bakar per musim panen.
“Dari limbah jerami menjadi energi berkualitas tinggi,” ujar Ikhlas Thamrin dalam pernyataan lain di media sosial. Untuk memperluas pemanfaatan, Bobibos juga merancang pembangunan “Bobibos Mini” di desa-desa.
Model ini memungkinkan masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK, menjadi agen penjual bahan bakar, sekaligus menekan harga distribusi dan mengurangi ketergantungan pada subsidi energi nasional.
Baca Juga: Founder Tekankan BOBIBOS Bukan Etanol: Teknologi dan Bahannya Saja Sudah Berbeda!
Dukungan industri transportasi semakin memperkuat langkah Bobibos. Pemilik PO Primajasa, H. Amir Mahpud, menyatakan siap mengoperasikan armadanya menggunakan Bobibos karena performanya lebih halus dan irit.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, dukungan pemerintah, dan kolaborasi industri, Bobibos resmi menjadi simbol energi merah putih—energi ramah lingkungan yang lahir dari jerami dan diciptakan oleh anak bangsa.

Share this article
Bobibos kembangkan mesin portable di truk untuk olah jerami jadi BBM. Dedi Mulyadi dukung uji coba, hasilnya traktor menyala. RON 98,1 buatnya menjanjikan sebagai energi hijau karya anak bangsa.